Poin Penting
- PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8 persen pada 2026 melalui inovasi produk berkelanjutan.
- Perseroan mengandalkan Trisula Innovation Center untuk memperkuat pengembangan produk dan layanan kustomisasi.
- BELL membidik kontribusi ekspor 10 persen serta mengoptimalkan pabrik Solo untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), emiten penyedia kain, seragam, dan fesyen berkualitas, menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8 persen pada 2026.
Target tersebut didorong melalui strategi inovasi produk berkelanjutan, peningkatan ekspor, serta optimalisasi kapasitas produksi.
Perseroan terus mengembangkan produk bernilai tambah dan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Inovasi produk menjadi salah satu strategi utama BELL dalam menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Baca juga: Naik Dua Kali Lipat, BELL Bagikan Dividen Rp10 Miliar Tahun Buku 2025
Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, mengatakan bahwa BELL mampu memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan melalui berbagai opsi kustomisasi, mulai dari pemilihan bahan baku khusus, tekstur kain, warna, hingga spesifikasi lainnya.
“Didukung kapabilitas inovasi yang dimiliki, Perseroan juga menghadirkan beragam jenis kain fungsional, seperti kain ramah lingkungan, antibakteri, kain dengan tingkat stretch tertentu, kain daur ulang, serta berbagai inovasi kain khusus lainnya sesuai kebutuhan pelanggan,” katanya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 22 Juli 2026.
Trisula Innovation Center Perkuat Pengembangan Produk
Strategi inovasi tersebut diperkuat melalui Trisula Innovation Center (TIC) yang menjadi wadah kolaborasi antara Perseroan dan pelanggan dalam mengembangkan produk, mulai dari tahap desain hingga pengelolaan pasar.
“Melalui Trisula Innovation Center, kami tidak hanya mengembangkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan layanan kustomisasi yang menjadi pembeda utama kami dari pemain lain yang cenderung produksi massal,” imbuhnya.
Baca juga: Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025
Adapun melalui dukungan TIC, BELL menargetkan kontribusi penjualan ekspor meningkat menjadi sekitar 10 persen pada 2026.
Optimalkan Pabrik Solo dan Garap Peluang Seragam Korporasi
Selain memperluas pasar ekspor, Perseroan juga membidik peluang dari instansi pemerintah, khususnya pada segmen seragam korporasi dan produk jadi.
Untuk mendukung target pertumbuhan tersebut, BELL akan mengoptimalkan kapasitas pabrik garmen yang berlokasi di Solo agar mampu memenuhi peningkatan permintaan sepanjang 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


