Poin Penting
- Saham JELI dan JECX kompak menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.
- JELI naik 25 persen ke Rp1.125 per saham, sedangkan JECX menguat 24,8 persen ke Rp1.560 per saham.
- Kedua emiten meraih dana segar dari IPO untuk ekspansi usaha dan memperkuat struktur keuangan.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru pada perdagangan Selasa (7/7), yakni PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Keduanya menjadi perusahaan tercatat ke-2 dan ke-3 di BEI sepanjang 2026.
Pada hari pertama perdagangan, saham JELI dan JECX langsung menguat hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA).
Saham JELI menguat 25 persen ke level Rp1.125 per saham dari harga penawaran awal Rp900 per saham.
Baca juga: BEI Kedatangan 4 Emiten Baru Juli 2026, 3 dari Sektor Kesehatan
Hingga sesi perdagangan berlangsung, saham JELI ditransaksikan sebanyak 370 lot dengan frekuensi 279 kali dan membukukan nilai transaksi sebesar Rp41,63 juta.
Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), emiten produsen makanan ini menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk empat kebutuhan utama, yakni 56,70 persen sebagai tambahan modal bagi anak usaha PT NPS, 10,04 persen untuk belanja modal, 10,90 persen untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek, serta 22,36 persen untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha.
JECX Raup Dana IPO Rp609,98 Miliar
Sementara itu, saham JECX menguat 24,80 persen menjadi Rp1.560 per saham dari harga penawaran Rp1.250 per saham.
Saham JECX telah diperdagangkan sebanyak 1.451 lot dengan frekuensi 573 kali dan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp226,36 juta.
Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar melalui IPO. Nilai tersebut terdiri atas Rp406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari penjualan saham divestasi.
Baca juga: Pekan Depan Ada 6 IPO Baru di BEI, Simak Harga Penawaran dan Jadwalnya
Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar JECX saat pencatatan perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja. (*)
Editor: Yulian Saputra


