Poin Penting
- IHSG dibuka naik 0,24 persen ke level 5.930,15 pada perdagangan 7 Juli 2026.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji level 6.000.
- Potensi penurunan anggaran Program MBG dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan menjadi sentimen positif bagi pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Selasa (7/7) pukul 09:00 WIB kembali dibuka menguat 0,24 persen ke level 5.930,15, dari penutupan sebelumnya di posisi 5.916,07.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan tersebut, sebanyak 403,44 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi transaksi sekitar 40 ribu kali. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp249,04 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 96 saham terkoreksi, 269 saham menguat dan 251 saham bergerak stagnan.
Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham YUPI, BALI, dan HATM jadi Top Gainers
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan secara teknikal hingga menguji level 6.000.
“Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Pada perdagangan Senin (6/7), IHSG ditutup menguat 0,69 persen ke level 5.916,07. Indeks berhasil ditutup di atas level MA5 dan MA10, namun masih berada di bawah MA20.
Sementara itu, histogram positif MACD melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot.
Baca juga: IHSG Diprediksi Masih Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham BBRI, MDKA, TINS, dan EMAS
Volume Transaksi Masih Sepi
Meski IHSG menguat, volume dan nilai transaksi perdagangan masih relatif sepi. Total volume transaksi tercatat lebih dari 19,6 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun.
Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata harian, yakni lebih dari 41 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp24 triliun.
“Relatif menurunnya volume dan nilai transaksi akhir-akhir ini diperkirakan karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik, serta investor yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif dan di tengah maraknya IPO,” imbuhnya.
Baca juga: 5 Saham Ini Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG Selama Sepekan
Selain itu, musim liburan sekolah dan berlangsungnya Piala Dunia 2026 juga diperkirakan turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar saham.
Penurunan Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif
Di sisi lain, Ketua Badan Anggaran DPR memperkirakan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turun menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027 dari sebelumnya Rp268 triliun.
Perhitungan tersebut didasarkan pada kebutuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diperkirakan hanya sekitar 21 ribu titik dari sebelumnya 27 ribu titik, dengan sasaran sekitar 82,9 juta penerima manfaat.
Baca juga: Banggar DPR Perkirakan Anggaran MBG 2027 Turun jadi Rp174 Triliun
Jika anggaran program tersebut dapat ditekan, maka beban defisit APBN berpotensi berkurang dan kondisi tersebut diperkirakan akan direspons positif oleh pasar. (*)
Editor: Yulian Saputra


