Poin Penting
- Rupiah dibuka stabil di level Rp17.995 per dolar AS.
- Investor menunggu risalah rapat FOMC Juni sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed.
- Bank Mandiri memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.945–Rp18.095 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka stabil pada awal perdagangan Selasa (7/7/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS) sama dengan posisi penutupan perdagangan kemarin.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, investor kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026 sebagai petunjuk lanjutan mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
“Data ketenagakerjaan AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, meskipun para pembuat kebijakan tetap menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target,” kata Andry, Selasa, 7 Juli 2026.
Baca juga: Awali Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.993 per Dolar AS
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent turun ke 71,99 dolar AS per barel setelah OPEC+ memutuskan meningkatkan produksi mulai Agustus. Penurunan juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah.
“Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa pasar minyak akan memiliki pasokan yang lebih memadai,” imbuhnya.
Fokus Pasar Pekan Ini
Selain risalah FOMC, pelaku pasar juga mencermati sejumlah agenda ekonomi global, mulai dari risalah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), data produksi industri dan perdagangan Jerman, hingga data belanja konsumen, harga produsen, dan neraca transaksi berjalan Jepang.
Baca juga: Menyambut Perang Bunga di Tengah Anjloknya Rupiah dan Dahaga Likuiditas
Dengan berbagai sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.945 hingga Rp18.095 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.945 hingga Rp18.095 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


