Poin Penting:
- MBG akan mengalami efisiensi signifikan tanpa mengurangi kualitas gizi maupun target penerima manfaat.
- Pemerintah membuka ruang pengawasan lebih ketat dengan melibatkan aparatur Kementerian Keuangan di seluruh daerah.
- Purbaya memastikan kondisi fiskal tetap aman dan defisit tidak akan melebihi 3 persen.
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar tanpa mengurangi kualitas makanan maupun target penerima manfaat.
Menurut Purbaya, penghematan anggaran justru memperkuat kondisi fiskal pemerintah sehingga defisit APBN tahun 2026 diyakini tetap berada di bawah ambang batas yang ditetapkan undang-undang.
Purbaya mengatakan masih terdapat ruang efisiensi yang cukup besar dalam pelaksanaan program MBG.
Meski demikian, Purbaya menegaskan rincian besaran penghematan akan diumumkan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena lembaga tersebut yang memahami detail implementasi program di lapangan.
Baca juga: Misbakhun Tolak MBG Disebut Pemborosan, Ini Alasan Program Harus Dilanjutkan
Efisiensi MBG Perkuat Ruang Fiskal Pemerintah
Purbaya mengatakan usulan efisiensi MBG berasal dari BGN, bukan dari Kementerian Keuangan. Berdasarkan pemaparannya, efisiensi tersebut dinilai mampu menekan kebutuhan anggaran secara signifikan sekaligus memperbaiki tata kelola program.
“Kalau saya maunya nol, tapi enggak bisa, nol biayanya dan… tapi enggak benar juga. Kenapa? Programnya program yang bagus tinggal implementasi aja diperbaiki. Cukup signifikan pengurangannya, yang jelas anggaran kita menjadi lebih aman,” ujar Purbaya.
Saat ditanya apakah angka efisiensi mendekati Rp40 triliun sebagaimana pernah disampaikan Wakil Kepala BGN, Purbaya tidak membantah kemungkinan tersebut. Namun ia meminta agar rincian resmi tetap disampaikan oleh Kepala BGN.
“Mungkin. Ya, tanya dia aja, dia lebih ngerti daripada saya,” katanya.
Baca juga: Prabowo Respons Kritik MBG: Orang Lapar Jika Tak Segera Makan Bisa Mati
Purbaya bahkan menyatakan dirinya mendukung apabila efisiensi masih dapat ditingkatkan selama kualitas program tetap terjaga.
“Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Iya, tapi biar programnya jalan.”
Sebelumnya, anggaran program makan bergizi gratis ditetapkan sekitar Rp71 triliun. Pemerintah kini mengindikasikan kebutuhan anggaran dapat ditekan secara signifikan melalui perbaikan tata kelola, tanpa mengubah sasaran maupun standar gizi program.
MBG Tidak Kurangi Kualitas Makanan dan Penerima Manfaat
Menanggapi kekhawatiran bahwa efisiensi akan menurunkan kualitas layanan, Purbaya memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, perbaikan difokuskan pada efektivitas pelaksanaan, bukan memangkas manfaat yang diterima masyarakat.
Saat kembali ditegaskan apakah kualitas makanan tetap dipertahankan, ia menjawab, “Tidak, tetap. Jadi justru dipastikan makanannya tetap bergizi.”
Purbaya menambahkan, BGN juga berencana memperkuat sumber daya manusia, termasuk merekrut lebih banyak tenaga ahli gizi agar kualitas pelaksanaan program semakin baik.
Selain itu, Kementerian Keuangan akan membantu memperkuat sistem pengawasan melalui jaringan aparatur di seluruh kabupaten dan kota. Evaluasi pelaksanaan direncanakan dilakukan secara berkala setiap dua bulan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih akuntabel.


