Poin Penting
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mencopot dua pejabat tinggi DJP karena dinilai gagal mengendalikan pencairan restitusi pajak
- Keputusan diambil setelah investigasi terhadap lima pejabat, dengan dua di antaranya terbukti bermasalah dan segera diberhentikan sebagai bentuk tindakan tegas
- Purbaya menyoroti masalah utama pada ketidakakuratan pelaporan restitusi, serta menegaskan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap instruksi agar tidak terjadi pencairan berlebihan.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mencopot dua pejabat tinggi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bertanggungjawab menangani restitusi pajak.
Hal ini merupakan tindak tegas bagi pegawai yang dinilai tidak mengendalikan pencairan restitusi dengan baik.
Purbaya menyatakan telah menginvestigasi lima pejabat yang berwenang dalam penerbitan restitusi pajak. Dari hasil investigasi tersebut, terdapat dua pejabat dipastikan bakal dicopot dalam waktu dekat.
“Saya serius banget dengan restitusi itu, karena keluarnya agak tidak terkendali. Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantornya, Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: Purbaya Tunjuk Pejabat Sementara untuk Gantikan 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot
Purbaya menegaskan, pencopotan tersebut adalah tindak tegas bagi jajaran di Kementerian Keuangan agar menjalankan instruksi dengan baik dan tidak sembarangan mengeluarkan restitusi.
“Jadi message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya gak main-main,” tegasnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak dalam Waktu Dekat
Bendahara negara ini menyatakan, salah satu permasalahan utama adalah tidak akuratnya pelaporan dan penyampaian informasi terkait restitusi pajak yang diterbitkan.
“Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total resistusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan. Jadi itu yang kita akan perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama




