Poin Penting
- Perbankan berperan menghubungkan pelaku usaha Indonesia dan Thailand untuk berekspansi lintas negara.
- Permata Bank menyediakan pembiayaan, layanan transaksi, perdagangan, hingga advisory bagi perusahaan.
- Potensi kerja sama didukung perdagangan bilateral Indonesia-Thailand yang mencapai 17,67 miliar dolar AS pada 2025.
Jakarta – Hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand terus menemukan ruang baru untuk berkembang. Di tengah peluang perdagangan dan investasi yang masih terbuka lebar, sektor perbankan mengambil peran penting sebagai penghubung bagi pelaku usaha yang ingin berekspansi ke kedua negara.
Hal tersebut tecermin dalam kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Thailand H.E. Anutin Charnvirakul beserta delegasi ke Kantor Cabang Permata Bank di Jalan Thamrin, Jakarta, pada 4 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Presiden Bangkok Bank sekaligus Komisaris Utama Permata Bank Chartsiri Sophonpanich dan Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli.
Bagi Bangkok Bank dan Permata Bank, kunjungan tersebut memiliki makna historis. Kantor Cabang Permata Bank Thamrin merupakan bagian dari perjalanan panjang Bangkok Bank di Indonesia.
Baca juga: Permata Bank Bidik Perdagangan RI-Thailand USD20 Miliar Lewat Pembiayaan dan QRIS
Bangkok Bank mulai hadir di Indonesia sejak 1968 untuk melayani pelaku usaha dan investor Thailand yang mengembangkan perdagangan dan investasi di Indonesia.
Setelah Permata Bank resmi bergabung dengan Bangkok Bank Group, gedung tersebut kemudian menjadi kantor cabang Permata Bank hingga saat ini. Chartsiri mengatakan, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian penting dari hubungan bisnis antara Indonesia dan Thailand.
Dalam kesempatan tersebut, Chartsiri juga menyampaikan apresiasi kepada nasabah Indonesia yang hadir dan berbagi pengalaman bisnis dengan Perdana Menteri serta delegasi Thailand.
“Ketika nasabah kami berbagi pengalaman bisnis kepada Perdana Menteri dan delegasi Thailand, mereka turut memperkuat hubungan Indonesia dan Thailand. Melalui pertukaran seperti inilah potensi dua ekonomi kita benar-benar dapat terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.
Perbankan Dukung Ekspansi Lintas Negara
Hubungan yang telah terbangun selama puluhan tahun tersebut kini diterjemahkan melalui layanan perbankan untuk mendukung aktivitas bisnis kedua negara.
Permata Bank menyediakan layanan corporate banking, transaction banking, trade finance, treasury, dan advisory bagi perusahaan Indonesia yang melakukan ekspansi regional maupun perusahaan Thailand yang mengembangkan bisnis di Indonesia.
Kehadiran dalam Bangkok Bank Group memberikan Permata Bank akses terhadap jaringan yang dapat mendukung kebutuhan perusahaan ketika masuk ke pasar baru. Tidak hanya pembiayaan, perusahaan juga membutuhkan pemahaman mengenai regulasi, karakter pasar, pemasok, hingga calon mitra bisnis di negara tujuan.
Peran tersebut semakin relevan ketika hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand memasuki fase baru. Sebelumnya pada hari yang sama, Anutin menghadiri Indonesia-Thailand Business Forum yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) bersama Board of Trade of Thailand.
Forum tersebut mengangkat tema “Advancing the Indonesia-Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy”.
Agenda tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama kedua negara mulai diarahkan tidak hanya pada peningkatan perdagangan, tetapi juga pembangunan rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Baca juga: Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen Jadi Salah Satu yang Top di ASEAN
Anutin mengatakan Indonesia dan Thailand sebagai dua ekonomi terbesar di ASEAN memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk menjadi motor pertumbuhan regional.
Menurutnya, hubungan kedua negara yang telah terjalin selama beberapa dekade perlu memasuki babak baru dengan memperkuat perdagangan, transfer teknologi, serta penciptaan nilai tambah.
Anutin juga menyoroti sejumlah sektor yang berpotensi menjadi penggerak kolaborasi, antara lain ketahanan pangan, ekonomi halal, konektivitas transportasi, konektivitas keuangan, dan ketahanan energi.


