Poin Penting
- Permata Bank dorong perdagangan Indonesia-Thailand menuju target USD20 miliar lewat dukungan sektor keuangan
- Permata Bank dan Bangkok Bank perkuat pembiayaan lintas negara bagi pelaku usaha Indonesia-Thailand
- Permata Bank perluas pemanfaatan QRIS–PromptPay untuk mendukung UMKM dan perdagangan digital lintas negara.
Jakarta – PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) menilik peluang besar untuk memperkuat perdagangan dan investaso antara Indonesia dan Thailand melalui layanan pembiayan, pembayaran lintas negara (QRIS cross border) hingga pendampingan investasi.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, perseroan optimis bahwa target perdagangan bilateral senilai USD20 miliar bisa dicapai dengan dukungan konektivitas sektor keuangan.
“Layanan keuangan pada dasarnya adalah tentang koneksi, bagaimana menghubungkan pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah,” kata Meliza dalam Indonesia–Thailand Business Forum, Selasa, 4 Agustus 2026 di Jakarta.
Ia memaparkan, target perdagangan bilateral yang disampaikan Perdana Menteri Thailand sebesar USD20 miliar pada dasarnya membutuhkan dukungan kuat sektor keuangan yang mampu mempercepat transaksi bisnis kedua negara.
Menurutnya, dua tahun lalu nilai perdagangan Indonesia-Thailand sendiri sempat mencapai USD18 miliar, sebelum turun menjadi USD16,5 miliar pada tahun lalu akibat dinamika geopolitik.
Baca juga: Permata Bank Cetak Laba Bersih Rp1,72 T pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh 5,3 Persen
“Tapi itu tidak berarti kita berhenti di situ. Jadi, bagi kami untuk meningkatkan perdagangan ini di antara negara kita, Anda perlu memiliki bahan-bahan yang tepat,” jelasnya.
Permata Bank Andalkan Jaringan Bangkok Bank
Ia menjelaskan, Permata Bank memanfaatkan posisinya sebagai bagian dari Bangkok Bank Group untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi bagi pelaku usaha Indonesia maupun Thailand.
Menurutnya, ketika perusahaan asal Thailand berekspansi ke Indonesia, Permata Bank menyediakan sejumlah pembiayaan dan layanan perbankan dalam rupiah.
Sebaliknya, Bangkok Bank turut memberikan pembiayaan dalam mata uang baht bagi perusahaan Indonesia yang masuk ke pasar Thailand.
“Kami mengikuti pelanggan kami. Ketika pelanggan Thailand datang ke Indonesia, kami mendukung pembiayaan dan simpanan dalam rupiah. Ketika pelanggan Indonesia masuk ke Thailand, Bangkok Bank menyediakan pembiayaan dalam baht,” ujar Meliza.
Baca juga: BI Perluas QRIS Cross Border, Transaksi Lintas Batas Kini Semakin Praktis
Ia mengatakan proses tersebut didukung sistem pemrosesan kredit yang terintegrasi sehingga keputusan pembiayaan dapat dilakukan lebih cepat.
QRIS dan PromptPay
Selain pembiayaan, Meliza menilai konektivitas pembayaran digital menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat perdagangan kawasan ASEAN.
Ia mengatakan, Permata Bank dan Bangkok Bank menjadi bank pelopor dalam implementasi konektivitas pembayaran QRIS Indonesia dengan PromptPay Thailand sejak 2022.
Menurut dia, pemanfaatan sistem pembayaran lintas negara tersebut masih didominasi sektor pariwisata. Padahal, potensinya jauh lebih besar apabila dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan perdagangan digital.
“Saat ini QR lebih banyak digunakan wisatawan. Ke depan, penggunaannya perlu diperluas untuk mendukung UMKM, perdagangan elektronik, dan transaksi bisnis lintas negara dalam mata uang lokal,” katanya.
Ia menambahkan penggunaan pembayaran berbasis QR lintas negara dapat memangkas biaya transaksi sekaligus mempercepat proses pembayaran bagi pelaku usaha. (*)
Editor: Galih Pratama


