Poin Penting
- UNTR mencatat pendapatan Rp28,6 triliun di Q1 2026, turun 17 persen akibat tidak adanya penjualan emas dan lemahnya sektor tambang
- Segmen alat berat, kontraktor, dan emas turun tajam, sementara batu bara naik 13 persen
- UNTR akuisisi tambang emas baru dan lanjutkan buyback saham hingga Rp2 triliun.
Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) telah melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal I 2026, dengan membukukan pendapatan bersih Rp28,6 triliun, turun 17 persen dari Rp34,3 triliun pada periode yang sama di 2025.
“Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan signifikan dari PT Agincourt Resources karena tidak adanya penjualan emas, serta kinerja yang lebih rendah pada segmen mesin konstruksi dan kontraktor penambangan sebagai dampak penurunan alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026,” ucap Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan dalam keterangan resmi dikutip, 1 Mei 2026.
Secara rinci, pendapatan dari segmen kontraktor penambangan mengalami penurunan 6 persen menjadi Rp11,9 triliun, lebih rendah dari periode yang sama di tahun lalu.
Baca juga: Laba UNVR Naik 14,1 Persen jadi Rp1,3 Triliun di Q1 2026
Penurunan juga terjadi pada segmen mesin konstruksi sebanyak 31 persen menjadi Rp7,5 triliun. Hal itu disebabkan oleh penurunan permintaan dari sektor pertambangan mengikuti penurunan alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang mendorong customer pertambangan menunda pembelian alat berat baru.
Sementara segmen pertambangan emas dan mineral lainnya juga anjlok 76 persen menjadi Rp691,6 miliar, disebabkan oleh tidak adanya penjualan emas dari Tambang Emas Martabe.
Peningkatan kinerja hanya terjadi pada segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi sebanyak 13 persen menjadi Rp8,0 triliun, didukung oleh harga rata-rata batu bara yang lebih tinggi.
Sebagai informasi, UNTR telah melangsungkan dua aksi korporasi. Pertama, pada 11 Februari 2026, UNTR melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energia Prima Nusantara, telah menyelesaikan transaksi untuk mengakuisisi 100 persen kepemilikan saham PT Arafura Surya Alam, sebuah perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Sulawesi Utara.
Baca juga: Astra International Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I 2026
Selanjutnya, pada 31 Maret 2026, UNTR menyelesaikan program pembelian kembali saham tahap kedua senilai Rp2 triliun yang dimulai pada 22 Januari 2026 dengan 36,4 juta lembar saham yang dibeli kembali.
Tidak hanya itu, UNTR juga mengumumkan tahap ketiga pembelian kembali saham dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun dari 1 April sampai 30 Juni 2026. (*)
Editor: Galih Pratama




