Poin Penting
- IHSG pekan 11–13 Mei 2026 turun 3,53 persen ke level 6.723,32, diikuti kapitalisasi pasar yang susut jadi Rp11.825 triliun
- Saham BMRI, BREN, TPIA, DSSA, dan BBRI menjadi pemberat utama pelemahan IHSG
- Transaksi perdagangan melambat, sementara investor asing mencatat net sell Rp40,82 triliun sepanjang 2026.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama Mei 2026, tepatnya periode 11–13 Mei 2026, melemah 3,53 persen ke level 6.723,32 dari posisi 6.936,39 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan penurunan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turut terkoreksi 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun, dibandingkan Rp12.406 triliun pada pekan lalu.
Baca juga: Rapor IHSG Sepekan: Ambles 3,53 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp11.825 Triliun
Saham Pemberat IHSG
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong pelemahan IHSG di pekan ini, antara lain:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 33,64 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 9,29 persen
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang sebanyak 33,20 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 21,95 persen
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang penurunan sebanyak 24,81 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 21,82 persen
- PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang pelemahan sebanyak 24,25 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 20,99 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan 21,96 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 4,29 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat turun 0,56 persen menjadi 2,53 juta kali transaksi, dibandingkan 2,55 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian juga terkoreksi 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham dari sebelumnya 45,86 miliar lembar saham.
Baca juga: OJK: Banyak Saham RI Tertunda Masuk Indeks MSCI Imbas Kebijakan Freeze
Di sisi lain, investor asing pada perdagangan Rabu (13/5) membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,53 triliun.
Secara year to date (ytd), investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp40,82 triliun sepanjang 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


