Poin Penting
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat ROA naik jadi 2,8 persen dan ROE meningkat menjadi 18,4 persen pada kuartal I 2026
- Aset BRI tumbuh 7,2 persen yoy menjadi Rp2.250 triliun, sedangkan kredit naik 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun
- Direktur Utama Hery Gunardi menegaskan fokus BRI tetap pada penguatan UMKM dan transformasi digital.
Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi menyampaikan bahwa kombinasi dari perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya mendorong peningkatan profitabilitas Perseroan. Tercermin dari Return on Assets (ROA) tercatat meningkat menjadi 2,8 persen, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1 persen pada kuartal I 2025 menjadi 18,4 persen pada kuartal I 2026.
“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery dalam keterangan resmi dikutip 15 Mei 2026.
Baca juga: Bos BRI Beberkan Strategi Jaga Kualitas Kredit UMKM di Tengah Dinamika Global
Hingga kuartal I 2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara year-on-year (yoy). Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, meningkat 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun.
Didukung oleh fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen yoy.
Hery menuturkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh fundamental yang kuat serta konsistensi strategi dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dengan tetap menjaga kualitas aset.
“Kami optimistis momentum ini akan terus berlanjut, seiring fokus perseroan pada penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hery.
Ke depan, BRI akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan.
Baca juga: Ironi Kriminalisasi Kredit di BRI Sumsel: Penegakan Hukum yang Justru Merugikan Negara dan Publik
BRI akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutur Hery. (*)
Editor: Galih Pratama


