Poin Penting
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat laba bersih Rp1,3 triliun (tidak termasuk bisnis Teh SariWangi), tumbuh 14,1 persen yoy, ditopang penjualan bersih Rp8,4 triliun yang naik 2,8 persen
- Penjualan domestik tumbuh 3,5 persen dengan volume dasar naik 2,1%, sementara marjin kotor tercatat 48,2 persen (turun tipis), namun tetap solid di 48,8 persen jika tanpa biaya transformasi
- Unilever optimistis kinerja terus membaik didukung strategi pada kategori, saluran, dan biaya, serta menargetkan pertumbuhan berkelanjutan.
Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih, tidak termasuk bisnis Teh SariWangi sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 14,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penjualan bersih dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp8,4 triliun atau tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, dari sisi penjualan domestik tumbuh sebesar 3,5 persen, didukung oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 2,1 persen.
Adapun marjin kotor dari operasi yang dilanjutkan berada di level 48,2 persen, turun 18 basis poin dibandingkan tahun lalu, dengan mengecualikan biaya transformasi, marjin kotor tetap solid di 48,8 persen.
Baca juga: Unilever Resmi Lepas Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum, Ini Tujuannya
Presiden Direktur, Benjie Yap, mengatakan di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah perseroan jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan perseroan.
“Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 1 Mei 2026.
Dalam hal ini, kata Benjie, Unilever mendasarkan prioritas strategisnya pada tiga pilar utama, yakni kategori, saluran penjualan, dan biaya, yang masing-masingnya mendukung ambisi untuk mewujudkan pertumbuhan jangka panjang yang didorong oleh kualitas.
Baca juga: Unilever Bakal Tebar Dividen Interim Rp3,30 Triliun, Catat Tanggalnya!
“Fokus kami adalah tetap memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan tidak hanya relevan, namun juga memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen,” tambah Benjie.
Ke depan, Unilever akan tetap fokus untuk mendorong pertumbuhan yang melampaui pasar, sekaligus secara proaktif mengantisipasi berbagai tekanan eksternal.
“Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama




