Poin Penting
- BSI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp75,3 triliun hingga Maret 2026, termasuk pembiayaan hijau Rp16 triliun dan UMKM Rp59,1 triliun
- BSI menghimpun sustainability sukuk Rp8 triliun dan menyalurkan program sosial Rp320,8 miliar kepada lebih dari 250 ribu penerima manfaat
- Laba BSI kuartal I 2026 naik 22,98 persen yoy menjadi Rp2,20 triliun, dengan pembiayaan Rp329 triliun dan NPF gross membaik ke 1,8 persen.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan hingga Maret 2026 mencapai Rp75,3 triliun atau mengambil porsi 22,9 persen dari keseluruhan pembiayaan.
Pembiayaan berkelanjutan BSI tersebut mencakup pembiayaan hijau Rp16 triliun dan pembiayaan sosial dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Rp59,1 triliun.
Tidak hanya itu, BSI juga menghimpun sustainable funding dengan menerbitkan sustainability sukuk dengan total sebesar Rp8 triliun.
Baca juga:BSI Makin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri
Selanjutnya, peran BSI sebagai Sahabat Sosial diwujudkan melalui penyaluran implementasi program sosial sebesar Rp320,8 miliar meliputi lima pilar program, yaitu Ekonomi, Pendidikan, Dakwah, Kesehatan, dan Kemanusiaan dengan total penerima manfaat lebih dari 250 ribu.
Wakil Direktur Utama BSI. Bob T. Ananta, mengatakan kinerja BSI yang solid juga harus sejalan dengan fundamental ESG yang kuat agar ke depannya sustain, solid dan memberikan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.
“Terutama dalam aspek ekonomi, sosial lingkungan, UMKM dan ummat melalui peran Zakat yang hanya dimiliki Bank Syariah. Inilah yang menjadi uniqueness BSI yang ‘khas’ sehingga keberadaan BSI bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ucap Bob dalam keterangan resmi dikutip, 15 Mei 2026.
BSI juga kembali mencatatkan kinerja positif pada periode kuartal I 2026 yang ditopang dari Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp376,80 triliun yang didominasi dana murah, yakni tabungan sebesar Rp164,50 triliun.
Baca juga: Tabungan Haji jadi Penopang Pertumbuhan DPK BSI pada Kuartal I 2026
Selain itu, fungsi intermediasi yang seimbang antara DPK dan pembiayaan mampu mendorong laba BSI mencapai Rp2,20 triliun atau meningkat 22,98 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Profit laba yang tumbuh juga didukung atas konsistensi perseroan dalam meningkatkan kinerja pembiayaan hingga Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan di segmen konsumer.
Secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi non-performing financing (NPF) gross 1,8 persen membaik dari 1,88 persen periode sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama


