Poin Penting
- Bank Danamon bekerja sama dengan ELSA Business untuk mengembangkan talenta perbankan berbasis AI.
- Program ini meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi bisnis 1.000 karyawan Bank Danamon.
- Pembelajaran berbasis AI diharapkan memperkuat daya saing SDM perbankan di era global.
Jakarta – ELSA Business, platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pengenalan suara, menjalin kerja sama dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karyawan di industri jasa keuangan.
Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan komunikasi bisnis sekaligus mendukung pengembangan talenta perbankan yang mampu bersaing di tingkat global.
Kebutuhan tersebut sejalan dengan temuan World Economic Forum Future of Jobs Report yang menempatkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu kompetensi utama di sektor keuangan.
Baca juga: Danamon Suntik Akulaku Finance Rp500 Miliar untuk Perluas Akses Pembiayaan
Di tengah meningkatnya kolaborasi lintas negara, pelaku industri perbankan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menyampaikan ide dan berkomunikasi secara efektif dalam forum bisnis internasional.
Untuk menjaga efektivitas pembelajaran, program ini mengusung pendekatan urgency by design melalui kurikulum berbasis skenario nyata di industri perbankan, jadwal pelatihan yang terstruktur, serta pemantauan progres secara real time.
Program tersebut resmi diluncurkan pada Mei 2026 melalui acara kick-off yang dibuka oleh Evi Damayanti, Chief Human Capital and Operations Officer Bank Danamon, serta dihadiri jajaran Human Capital Bank Danamon sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam pengembangan talenta.
Selain itu, program tersebut ditargetkan menjangkau 1.000 karyawan Danamon di berbagai wilayah dan akan terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Siapkan Talenta yang Siap Bersaing di Tingkat Global
Menurut Evi, di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin terhubung secara global, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting bagi talenta perusahaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberi dampak positif bagi Bank Danamon.
“Melalui kerja sama dengan ELSA Business, kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan komunikasi profesional dapat diukur dampaknya secara konkret, mulai dari peningkatan kepercayaan diri hingga kesiapan berkomunikasi di forum bisnis global,” terang Evi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
“Inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen Bank Danamon dalam membangun budaya belajar berkelanjutan serta mempersiapkan talenta perusahaan yang siap menghadapi kebutuhan industri perbankan masa depan,” imbuhnya.
Menyambut baik kolaborasi tersebut, Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful mengatakan, pihaknya percaya bahwa penguasaan bahasa Inggris saat ini bukan hanya tentang kemampuan berbahasa semata.
Baca juga: Danamon Respons Isu Delisting dari BEI, Begini Pernyataannya
Menurutnya, kemampuan tersebut juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas komunikasi, kualitas layanan, dan daya saing bisnis di era global. Melalui teknologi AI Learning Agent yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan organisasi, ELSA Business ingin membantu talenta Bank Danamon belajar secara lebih relevan dan aplikatif.
“Teknologi ini juga mampu mengukur proses pembelajaran karyawan, sehingga hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan dan pertumbuhan bisnis Bank Danamon di tengah industri jasa keuangan yang terus berkembang,” tegas Yasser.
Program ini memanfaatkan teknologi AI Learning Agent dari ELSA Business untuk menghadirkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan profil peserta.
Melalui simulasi berbasis skenario kerja nyata (real-world scenario), karyawan dapat berlatih komunikasi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawabnya di lingkungan perbankan. Selain itu, platform ELSA Business juga memungkinkan Bank Danamon memantau perkembangan peserta secara real time melalui dashboard analitik.
Pendekatan pembelajaran berbasis AI tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperkuat kesiapan talenta dalam menghadapi persaingan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


