Poin Penting
- BTN JAKIM 2026 diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp225 miliar.
- Ajang ini diikuti 45.500 pelari dari 52 negara dan turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
- BTN JAKIM memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Jakarta – BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar atau meningkat sekitar 45 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai Rp155 miliar.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, mengatakan bahwa ajang yang diikuti 45.500 peserta tersebut tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Terpenting kita harus creating demand. Event seperti ini menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi banyak sektor,” kata Nixon, di sela penyelenggaraan hari pertama BTN JAKIM 2026 (kategori 5K dan 10K), Sabtu (13/6).
Baca juga: 20.500 Pelari Ramaikan BTN JAKIM 2026 Kategori 5K dan 10K, Ini Nama-Nama Pemenangnya
Sebagai informasi, proyeksi dampak ekonomi tersebut disusun oleh Indonesia Muda Road Runner selaku penyelenggara lomba. Peningkatan nilai transaksi didorong oleh bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya partisipasi pelari mancanegara.
Partisipasi internasional pada BTN JAKIM 2026 juga meningkat dengan kehadiran 1.012 pelari dari 52 negara. Hal ini juga dinilai semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia Tenggara.
Dongkrak Ekonomi Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai ajang lari berskala internasional tersebut turut memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, selain menarik wisatawan domestik dan mancanegara, kegiatan tersebut turut meningkatkan tingkat okupansi hotel, konsumsi masyarakat, dan aktivitas pelaku usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Baca juga: BTN JAKIM 2026, Jadi Pendorong Ekonomi Jakarta
Pramono juga mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 yang didukung kolaborasi berbagai pihak.
Ia menilai koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, aparat keamanan, dan seluruh unsur pendukung menjadi kunci terselenggaranya ajang internasional tersebut secara tertib dan nyaman.
“Yang pertama ini menunjukkan bahwa pelaksanaan dilaksanakan dengan baik. Apalagi kemarin ada aspirasi dari teman-teman mahasiswa sampai dengan malam, tapi alhamdulillah berkat kerja sama yang baik antara TNI, Polri, pasukan oranye, pasukan-pasukan yang dimiliki oleh DKI Jakarta, jalannya bersih, pelaksanaannya rapi dan alhamdulillah semuanya happy. Kita juga memecahkan PB, personal best record diri sendiri,” ujar Pramono.
Baca juga: Akuisisi Kredit Jumbo SMBC Indonesia Dinilai Jadi Katalis Positif bagi BTN
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 dan optimistis kategori Half Marathon dan Marathon yang akan digelar pada Minggu (14/6) bakal berlangsung lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa pada peringatan 500 tahun Kota Jakarta tahun depan, penyelenggaraan JAKIM akan dipersiapkan dengan skala yang lebih besar, lebih tertata, dan semakin nyaman bagi para pelari. (*)
Editor: Yulian Saputra


