Poin Penting
- Program BPBL 2026 ditargetkan menjangkau 225 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.
- Pemerintah akan membangun infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi pada 2026 untuk memperluas akses listrik.
- PLN siap mempercepat elektrifikasi wilayah 3T melalui pembangunan jaringan dan program listrik desa.
Jakarta – Pemerintah terus memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Pada 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk 24.000 rumah tangga di Jawa Tengah (Jateng).
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Program BPBL telah direalisasikan kepada 220.845 rumah tangga secara nasional, dengan 19.161 rumah tangga penerima berada di Jateng.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dapat menikmati manfaat pembangunan.
“Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik,” ujar Bahlil, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Baca juga: Tamaris Hidro Perkuat Pendanaan untuk Akselerasi Proyek Energi Hijau
Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas infrastruktur kelistrikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Sepanjang 2025, program tersebut telah direalisasikan di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 113 lokasi di Jateng.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di Jateng.
Kesiapan PLN Akses Listrik 3T
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN untuk mendukung agenda pemerataan akses listrik hingga ke wilayah 3T sesuai arahan Kementerian ESDM.
Sepanjang 2025, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan kapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) untuk merealisasikan Program Lisdes di 1.403 lokasi.
Baca juga: Bahlil Pastikan Tak Ada Mati Listrik Lagi, Meski PLN Kurang 20 Juta Ton Batu Bara
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.
BPBL Dorong Produktivitas dan Kualitas Hidup
Pemerataan akses listrik juga diperkuat melalui Program BPBL yang diinisiasi Kementerian ESDM. Program ini ditujukan bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pemasangan listrik baru meski jaringan listrik telah tersedia di wilayahnya.
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


