Poin Penting
- Peluncuran Motor Listrik Nasional dinilai mempercepat kemandirian industri kendaraan listrik Indonesia.
- Indonesia memiliki kapasitas produksi kendaraan listrik besar dengan investasi lebih dari Rp30 triliun.
- Pemerintah menargetkan peningkatan TKDN kendaraan listrik hingga minimal 80 persen mulai 2030.
Jakarta – Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) menjadi sinyal kuat perubahan arah industri nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Indonesia sudah memiliki fondasi manufaktur yang memadai untuk menjadi basis produksi kendaraan listrik berdaya saing global.
Peresmian Molinas dilakukan Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). Momen ini dinilai penting untuk mempercepat penguasaan teknologi dan memperdalam struktur industri dalam negeri.
Menperin menegaskan Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar kendaraan listrik. Pemerintah ingin ekosistem nasional tumbuh kuat dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Pabrik yang Disiapkan
Motor Listrik Nasional Dorong Ekosistem Industri Terintegrasi
Dalam peluncuran Motor Listrik Nasional, Agus menyebut kapasitas industri domestik sudah terbentuk. Saat ini terdapat 69 Perusahaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua dan tiga dengan kapasitas 2,511 juta unit per tahun.
Nilai investasi sektor tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Selain itu, ada 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat dengan kapasitas 409.860 unit per tahun.
Industri kendaraan komersial listrik juga berkembang dengan 10 perusahaan dan kapasitas 7.500 unit per tahun. Total investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional tercatat sekitar Rp30,468 triliun.
“Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai,” ujar Agus dikutip Antara, Jumat (14/8).
Ia menilai tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan pasar dan meningkatkan utilisasi produksi. Pendalaman industri melalui penggunaan komponen dalam negeri juga menjadi fokus utama.
Pertumbuhan Pengguna Perkuat Motor Listrik Nasional
Perkembangan Motor Listrik Nasional tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik nasional mencapai 468.231 unit.
Kendaraan roda dua mendominasi dengan 242.909 unit. Roda empat penumpang mencapai 223.100 unit.
Pertumbuhan populasi KBLBB selama 2020-2025 mencatat CAGR lebih dari 150 persen. Kenaikan ini terutama ditopang kendaraan roda dua dan roda empat.
Menurut Menperin, peningkatan pengguna menunjukkan penerimaan masyarakat semakin besar. Namun, pertumbuhan permintaan harus diimbangi penguatan rantai pasok domestik.
“Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional,” katanya.
Penjualan sepeda motor listrik juga menunjukkan tren positif. Angkanya naik dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan 77.078 unit pada 2024.
Pada 2025, penjualan tercatat 55.059 unit. Pemerintah menilai stimulus pasar memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri roda dua listrik.
Baca juga: Ini Pesan Prabowo untuk Produsen Motor Listrik Nasional
TKDN Jadi Kunci Kemandirian Industri
Pemerintah terus mendorong peningkatan kandungan lokal dalam pengembangan Motor Listrik Nasional. Hingga 22 Juli 2026, terdapat 48 perusahaan dengan 213 produk KBLBB bersertifikat TKDN.
Untuk roda dua dan tiga, terdapat 31 perusahaan dengan 98 produk tersertifikasi. Rata-rata capaian TKDN berada di angka 47,5 persen, dengan rentang 27,00-74,27 persen.
Sementara itu, TKDN tertinggi kendaraan listrik roda empat sudah mencapai 80,01 persen. Pemerintah menetapkan target minimum TKDN 40 persen hingga 2026, naik menjadi 60 persen pada 2027-2029, dan minimal 80 persen mulai 2030.
Agus menegaskan peluncuran Molinas membuktikan Indonesia mampu bergerak dari pengguna teknologi menjadi pengembang teknologi sendiri. Menurutnya, semangat kemandirian industri harus diterjemahkan menjadi kerja nyata agar Motor Listrik Nasional benar-benar menjadi tulang punggung industri nasional yang berdaulat dan berdaya saing global. (*)
Editor: Yulian Saputra


