Poin Penting
- Tenor FLPP 40 tahun berpotensi memangkas cicilan hingga Rp700 ribu–Rp800 ribu per bulan.
- Skema tenor panjang menyasar masyarakat desil 4–5 yang sebelumnya belum bankable.
- BTN kini menawarkan KPR bunga mulai 2,75 persen dengan tenor maksimal 30 tahun.
Jakarta – Tenor Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun dinilai dapat mengubah peta akses kredit perumahan.
Cicilan yang lebih rendah membuka peluang bagi masyarakat yang sebelumnya sulit memenuhi kemampuan bayar.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu menilai skema tersebut cukup strategis. Pemerintah melalui Komite Tapera telah menyepakati pengembangan tenor FLPP tersebut.
Namun, skema itu belum langsung tersedia bagi masyarakat. BTN masih menunggu kesiapan implementasi sebelum menawarkan tenor hingga 40 tahun.
Baca juga: BTN Bidik Penyaluran Kredit Rp200 Miliar di Danantara Housing Expo 2026
BTN Nilai Tenor Panjang Tekan Cicilan Rumah
Nixon memperkirakan tenor 40 tahun dapat menurunkan cicilan menjadi Rp700.000–Rp800.000. Angka tersebut dinilai mampu menarik kelompok masyarakat yang sebelumnya berada pada desil 4–5.
“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700 ribu–Rp800 ribu. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8).
Masalah keterjangkauan rumah tidak semata bergantung pada harga properti. Kemampuan membayar cicilan juga terus berubah mengikuti perkembangan pendapatan masyarakat.
Karena itu, tenor panjang memberi ruang pembayaran lebih ringan pada tahap awal. Strategi tersebut dinilai relevan bagi generasi muda yang kemampuan pendapatannya masih berkembang.
Nixon menyebut pendekatan itu dapat membuka akses bagi masyarakat yang belum memenuhi kriteria perbankan. Setelah pendapatan meningkat, kemampuan membayar cicilan diharapkan ikut mengejar.
“Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu 3, 4, sampai 5 tahun,” jelas Nixon.
BTN Hadirkan KPR Bunga 2,75 Persen
Sambil menunggu implementasi FLPP 40 tahun, BTN menawarkan alternatif pembiayaan. Bersama Danantara dan bank-bank Himbara, BTN menghadirkan KPR berbunga mulai 2,75 persen.
Produk tersebut memiliki tenor maksimal 30 tahun. Skema itu ditawarkan dalam Danantara Housing Expo (DHE) 2026.
Pameran berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27–30 Agustus 2026. Lebih dari 120 ribu pilihan properti tersedia dari lebih dari 130 pengembang.
Kehadiran banyak pilihan rumah menunjukkan sisi pasokan mulai diperkuat. Tantangannya kini memastikan pembiayaan mampu menjangkau calon pembeli secara luas.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pameran mempertemukan berbagai unsur perumahan. Unsur tersebut mencakup pasokan hunian, pembiayaan kompetitif, dan akses masyarakat.
“Danantara Housing Expo 2026 mencerminkan komitmen nyata Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah,” ujar Rosan.
Baca juga: BTN Raup Laba Rp2,51 Triliun di Juli 2026, Tumbuh 39,79 Persen
Akses Kredit Jadi Kunci Program 3 Juta Rumah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai pameran memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan. Pembeli, pengembang, bank, dan pelaku industri dipertemukan dalam satu platform.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas akses hunian sekaligus mendorong transaksi. Penyerapan rumah juga diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian.
“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” kata Maruarar.
Pada akhirnya, persoalan kepemilikan rumah tidak berhenti pada ketersediaan unit. Kemampuan membayar menjadi faktor penting yang menentukan apakah masyarakat benar-benar bisa membeli rumah.
Tenor FLPP 40 tahun menawarkan salah satu jawaban melalui cicilan yang lebih ringan. BTN melihat skema tersebut berpotensi memperluas akses kredit perumahan bagi masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra


