OJK: Outlook Negatif Himbara Dipicu Faktor Eksternal, Bukan Fundamental
Page 2

OJK: Outlook Negatif Himbara Dipicu Faktor Eksternal, Bukan Fundamental


Fundamental Himbara Solid

Hingga akhir tahun 2025, OJK menegaskan bahwa kinerja fundamental Himbara tetap solid, resilien, dan terkelola dengan baik. Struktur permodalan kuat, likuiditas memadai, serta kualitas aset yang terkendali menjadi fondasi utama ketahanan bank-bank tersebut di tengah dinamika ekonomi global.

Dari sisi intermediasi, mayoritas Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit double digit, melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan yang sebesar 9,6 persen (BNI tumbuh sebesar 10,13 persen; Bank Mandiri tumbuh sebesar 14,13 persen; BRI tumbuh sebesar 10,41 persen dan BTN tumbuh sebesar 11,90 persen).

Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tinggi (BNI tumbuh sebesar 14,72 persen; Mandiri tumbuh sebesar 26,21 persen; BRI tumbuh sebesar 7,35 persen dan BTN tumbuh sebesar 14,62 persen), terutama pada komponen CASA, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas berada pada level yang sangat terjaga. 

Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) Himbara berada di kisaran 18–21 persen, jauh di atas ketentuan minimum sesuai profil risiko masing-masing bank.

“Ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan,” bebernya.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) tetap terkendali dan didukung pembentukan cadangan yang memadai. Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit.

Sepanjang 2025, Bank Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.

Terkait eksposur surat utang dalam valuta asing, posisinya berada pada level yang terkelola dengan baik. Strategi lindung nilai (hedging) telah dilakukan secara memadai, dengan profil jatuh tempo surat berharga yang terdiversifikasi sehingga risiko pasar dan risiko nilai tukar dapat dimitigasi secara optimal. 

Memasuki tahun 2026, sesuai rencana bisnis yang telah disampaikan kepada OJK, Bank Himbara akan terus tumbuh secara sehat dengan memperkuat langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai risiko, baik internal maupun eksternal. Fokus penguatan dilakukan pada pengelolaan likuiditas dan permodalan, pemeliharaan kualitas kredit/pembiayaan, serta peningkatan ketahanan operasional.

“Dengan kinerja, permodalan, dan manajemen risiko yang kuat tersebut, OJK memandang Bank Himbara tetap berada dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ungkap Dian. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62