Poin Penting
- OJK mendorong industri PVML memperluas peran dalam mendukung program prioritas pemerintah, membuka peluang baru bagi pelaku industri
- Dukungan pembiayaan diarahkan ke sektor strategis seperti UMKM, pembiayaan hijau, infrastruktur, dan perumahan, melibatkan lembaga seperti SMI dan SMF
- Keterlibatan PVML dalam program seperti Koperasi Desa Merah Putih dan MBG mencerminkan pergeseran ke pembiayaan produktif berbasis ekosistem
Jakarta — Otoritas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) untuk memperluas kontribusi dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Langkah ini dinilai membuka peluang baru bagi pelaku industri, termasuk dalam program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan dukungan industri tidak hanya terbatas pada sektor konvensional, tetapi juga mencakup pembiayaan sektor strategis seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembiayaan hijau, infrastruktur, serta perumahan.
Baca juga: OJK Perkuat Industri PVML Lewat Penguatan Tim Penilai Fit and Proper Test
“Industri PVML terus didorong untuk berkontribusi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah,” ujar Agusman, dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Agusman, optimalisasi peran sejumlah lembaga keuangan menjadi kunci dalam memperkuat pembiayaan pembangunan. Beberapa di antaranya adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF) yang berperan dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.
Sementara itu, di sektor perumahan, dukungan datang dari PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam memperkuat pembiayaan perumahan nasional.
Baca juga: Jurus OJK Genjot Kinerja Pembiayaan Syariah
Adapun terkait program Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, Agusman menilai sektor PVML memiliki ruang kontribusi yang cukup luas. Salah satunya melalui pembiayaan rantai pasok dan kebutuhan operasional program.
“Pelaku usaha PVML didorong untuk berkontribusi, antara lain melalui dukungan pembiayaan, termasuk pembiayaan kendaraan logistik untuk mendukung operasional program tersebut,” kata dia.
Secara analitis, keterlibatan PVML dalam program tersebut mencerminkan perluasan peran industri dari sekadar pembiayaan konsumtif menjadi lebih produktif dan berbasis ekosistem.
Program Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, misalnya, membutuhkan dukungan pembiayaan yang terintegrasi mulai dari produksi, distribusi, hingga logistik. (*)
Editor: Galih Pratama







