Poin Penting
- Bank Aceh mencatat pertumbuhan pembiayaan 3,14 persen yoy menjadi Rp21,20 triliun pada kuartal I 2026, dengan fokus pada sektor produktif untuk pemulihan ekonomi pascabencana
- DPK tumbuh 2,47 persen yoy menjadi Rp25,17 triliun, sementara total aset naik 2,19 persen yoy menjadi Rp29,89 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga
- Penyaluran pembiayaan Bank Aceh diarahkan agar berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat dan memperkuat peran perseroan sebagai motor ekonomi daerah.
Jakarta – Bank Aceh tetap menunjukkan resiliensi yang solid dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada awal 2026. Hal tersebut tercermin dari kinerja keuangan kuartal I 2026 yang tetap tumbuh di tengah tantangan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh pada akhir tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2026, penyaluran pembiayaan Bank Aceh tumbuh 3,14 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp21,20 triliun. Penyaluran tersebut difokuskan pada sektor-sektor produktif guna mendorong kebangkitan pelaku usaha dan memperkuat struktur ekonomi masyarakat pascabencana.
Baca juga: Bank Aceh Syariah Kantongi Kuota KUR Rp1,5 Triliun pada 2026
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Aceh tercatat sebesar Rp25,17 triliun atau tumbuh 2,47 persen yoy di Maret 2026. Pertumbuhan DPK ini menegaskan posisi Bank Aceh sebagai salah satu pilihan utama masyarakat dalam menyimpan dana, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Sejalan dengan kinerja intermediasi yang solid, total aset Bank Aceh ikut terdongkrak 2,19 persen yoy menjadi Rp29,89 triliun di Maret 2026. Sebagai pembanding, pada Maret 2025 posisi aset Bank Aceh berada di level Rp29,25 triliun.
Kenaikan aset tersebut mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap sehat serta terjaganya kepercayaan nasabah terhadap Bank Aceh.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang adaptif di tengah dinamika ekonomi daerah.
Baca juga: Bank Aceh Imbau Nasabah Tak Klik Link Undian Palsu di Media Sosial
“Kami tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah pembiayaan yang disalurkan memiliki dampak nyata bagi pemulihan ekonomi masyarakat Aceh,” ujarnya dikutip 16 April 2026.
Mengarungi 2026, Bank Aceh optimistis mampu terus berperan sebagai motor penggerak ekonomi Aceh secara berkelanjutan. (*)







