Poin Penting
- MCI tetap membekukan review saham Indonesia pada rebalancing Mei 2026, termasuk FIF, NOS, dan komposisi indeks
- Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (HSC) akan dihapus; penggunaan data pemegang saham lebih dari 1 persen masih dikaji
- Status Indonesia tak dibahas ulang; evaluasi reformasi berlanjut, update pada Juni 2026.
Jakarta – Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan indeks review untuk Mei 2026 pada Senin (20/4). Hasilnya, MSCI kembali membekukan kajian atau review konstituen saham dari Indonesia dalam rebalancing periode Mei 2026, meski otoritas telah melakukan reformasi pasar modal.
MSCI masih akan melakukan pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) dan membekukan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI juga masih memberlakukan pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Baca juga: Direksi BCA Kompak Borong Saham, Pengamat Proyeksi Saham BBCA Tembus Segini
Di sisi lain, konsisten dengan kebijakan yang diterapkan pada negara lain, MSCI mengumumkan akan menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
MSCI juga membuka ruang penggunaan data pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float, jika dinilai relevan.
Adapun dalam pengumuman terbaru ini, MSCI tidak menyinggung potensi reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, sebagaimana sempat diangkat dalam rilis Januari 2026.
MSCI menyebut tidak akan langsung menggunakan data dari sumber dan pengungkapan baru (kepemilikan >1 persen) ke dalam penilaian free float atau perhitungan indeksnya sampai tinjauan selesai dan feedback dari pelaku pasar telah diterima dan dinilai.
Baca juga: Asing Net Sell Rp1,01 Triliun, Saham BBCA, BBRI, hingga BMRI Paling Banyak Dilego
Pendekatan ini, lanjut MSCI, bertujuan untuk membatasi perputaran indeks dan menjaga aspek investabilitas, sembari memberikan ruang evaluasi terhadap efektivitas reformasi yang baru diumumkan.
Ke depan, MSCI akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas di Indonesia, serta membuka ruang umpan balik terkait sumber dan ukuran data baru yang dirilis, termasuk dalam konteks penentuan free float dan penilaian investabilitas.
Informasi lanjutan mengenai hal tersebut akan disampaikan dalam market accessibility review pada Juni 2026. (*)
Editor: Galih Pratama








