Poin Penting
- Perbankan memperkuat QRIS seiring meningkatnya kebutuhan transaksi digital yang cepat dan praktis
- Bank mulai mendorong penggunaan QRIS lewat kolaborasi merchant dan program promo harian
- BI mencatat transaksi QRIS 2025 mencapai 15,51 miliar dan menargetkan 17 miliar transaksi pada 2026.
Jakarta — Perbankan nasional terus memperkuat penggunaan QRIS melalui berbagai strategi, sejalan dengan perluasan penggunaannya yang tak hanya untuk transaksi di sektor formal, tetapi juga berbagai kebutuhan harian.
“Pola konsumsi yang cenderung cepat dan berulang membuat metode pembayaran berbasis QR dinilai lebih relevan, terutama untuk transaksi bernilai kecil namun dengan frekuensi tinggi,” ujar analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, dalam keterangannya, Sabtu (9/5).
Menurut Edo, adopsi QRIS tak lepas dari perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih mengedepankan efisiensi dalam bertransaksi.
“QRIS menjadi solusi karena mampu menyederhanakan proses pembayaran lintas platform,” ujarnya.
Baca juga: BCA Hadirkan QRIS Cross Border di China
Melihat tren tersebut, bank-bank nasional pun tak mau ketinggalan. Salah satunya Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) yang turut memperkuat strategi digitalnya dengan mendorong penggunaan QRIS melalui aplikasi BWS Mobile.
Salah satu pendekatan yang dilakukan BWS adalah menghadirkan program yang terintegrasi dengan aktivitas konsumsi sehari-hari, sehingga mendorong penggunaan layanan secara lebih natural oleh nasabah.
Sebagai contoh, dalam rangka menyambut HUT BWS yang ke 120 Perseroan menghadirkan program promo transaksi di jaringan restoran cepat saji seperti McDonald’s, di mana nasabah dapat memperoleh cashback hingga Rp35.000 setiap hari Senin melalui pembayaran menggunakan QRIS BWS Mobile.
Edo menilai, strategi kolaborasi dengan merchant menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan adopsi pembayaran digital.
“Pendekatan berbasis ekosistem seperti ini efektif karena mendorong penggunaan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya sebatas awareness,” katanya.
Ke depan, Edo memprediksi, penguatan ekosistem QRIS akan menjadi salah satu fokus utama industri perbankan.
“Kemampuan untuk mengintegrasikan layanan dengan kebutuhan riil masyarakat, termasuk melalui kolaborasi yang relevan, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, penggunaan QRIS sepanjang 2025 telah meningkat signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi QRIS tercatat mencapai 15,51 miliar transaksi, atau meningkat 148,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: OJK Cegah Pialang dan Reasuransi Ilegal Lewat QR Code STTD
Adapun nilai transaksi mencapai Rp1.420,66 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 115,27 persen yoy.
Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 43,06 juta, tumbuh 17,76 persen yoy. Jumlah pengguna QRIS juga meningkat menjadi 59,98 juta pengguna, naik 7,72 persen secara tahunan.
BI menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar dengan jumlah merchant sekitar 45 juta pada tahun 2026.
Selain itu, BI juga berupaya memperluas kerja sama QRIS antarnegara hingga mencakup delapan negara mitra. (*) DW


