Poin Penting
- IHSG berpotensi menguat terbatas pada kuartal III 2026 dan diperkirakan bergerak di rentang 6.500-7.000 akibat masih adanya outflow asing dan ketidakpastian geopolitik
- Mirae Asset menargetkan IHSG pada akhir 2026 berada di level 6.800, dengan harapan tidak ada sentimen negatif domestik yang menekan pasar secara signifikan
- IHSG pekan lalu melemah 0,12 persen ke level 6.401,88, sementara kapitalisasi pasar BEI naik 0,28 persen menjadi Rp11.243 triliun.
Jakarta – Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada kuartal III 2026 berpeluang menguat, namun terbatas.
Rully mengatakan, pergerakan IHSG masih tertahan oleh arus keluar (outflow) investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang perdagangan 10-14 Agustus 2026 tercatat net sell sebesar Rp1,58 triliun, sementara net buy mencapai Rp695,17 miliar.
“Inflow-nya belum akan sangat signifikan. Jadi kita mungkin nggak akan mengalami kenaikan-kenaikan yang terjadi di tahun lalu yang sampai 9.000, 8.000, 9.000. Mungkin naiknya juga agak sedikit terbatas lah,” ucap Rully kepada media di Jakarta, 18 Agustus 2026.
Baca juga: BEI Catat 5 Saham Pemberat IHSG, ASII hingga AMMN Masuk Daftar
Selain outflow asing, ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi faktor yang membatasi pergerakan IHSG. Rully memperkirakan IHSG pada kuartal III 2026 akan bergerak dalam rentang 6.500-7.000. Sementara itu, Mirae Asset menargetkan IHSG pada akhir 2026 berada di level 6.800.
Rully berharap tidak ada sentimen negatif dari dalam negeri yang dapat kembali menekan IHSG secara signifikan.
“Tapi kalau kita lihat juga sentimen yang bisa mendorong indeks jatuh signifikan juga kayaknya nggak terlalu. Mudah-mudahan sih nggak ada lah. Jadi all the bad news sih kita udah, mudah-mudahan sih udah ini semua. Udah nggak ada bad news lagi ya,” imbuhnya.
Baca juga: Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar dalam Sejarah Bursa Saham RI
Adapun, IHSG sepanjang pekan lalu melemah 0,12 persen menjadi 6.401,88, dari posisi 6.409,65 pada pekan sebelumnya.
Meski IHSG terkoreksi, kapitalisasi pasar BEI justru meningkat 0,28 persen menjadi Rp11.243 triliun dari Rp11.212 triliun pada pekan sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama


