Poin Penting
- Pembiayaan berkelanjutan multifinance mencapai Rp93,70 triliun hingga Juli 2026.
- Nilai tersebut setara 17,25 persen dari total penyaluran pembiayaan multifinance.
- OJK melihat peluang pembiayaan hijau masih terbuka, termasuk untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sektor industri hijau memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh industri pembiayaan atau multifinance dan modal ventura di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pembiayaan berkelanjutan di kedua industri tersebut telah menunjukkan nilai yang signifikan.
“Pada Juli 2026, pembiayaan yang diklasifikasikan dalam kategori usaha keuangan berkelanjutan atau KUKB pada industri multifinance mencapai sebesar Rp93,70 triliun atau 17,25 persen dari total penyaluran pembiayaan,” ujar Agusman, Senin, 7 September 2026.
Baca juga: OJK Minta Industri Jasa Keuangan Ganti Kerugian Konsumen Rp77,26 Miliar
Sementara itu, pembiayaan berkelanjutan pada industri modal ventura mencapai Rp15,37 triliun atau 90,44 persen dari total penyertaan atau pembiayaan.
Agusman mengatakan peluang pengembangan pembiayaan berkelanjutan di industri multifinance dan modal ventura masih terbuka luas. Namun, pengembangannya tetap harus memperhatikan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, penerapan tata kelola yang baik dan perlindungan konsumen juga menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor tersebut.
“Ke depan, peluang dapat terus berkembang tentunya pada usaha yang mendukung pembiayaan berkelanjutan ini dengan tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan tentu yang paling penting juga adalah perlindungan konsumen,” tandasnya.
Baca juga: OJK: Kinerja dan Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Mendukung Akselerasi Ekonomi
Diketahui, perusahaan multifinance dapat memperluas portofolio pembiayaan ke aset ramah lingkungan melalui skema pembiayaan konsumen maupun produktif.
Beberapa di antaranya mengucurkan pembiayaan bagi kendaraan listrik (EV), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, dan mesin industri yang lebih efisien energi.
Sementara itu, industri modal ventura dapat mendanai inovasi tahap awal (early-stage) dan perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknologi hijau (climatetech/greentech). (*)
Editor: Yulian Saputra


