Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619,67.
- Sebanyak 332 saham turun, sementara 281 saham menguat.
- Saham BUMI, DMAS, dan DEWA menjadi yang paling banyak diperdagangkan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 7 September 2026, ditutup melanjutkan bertahan di zona merah ke level 6.619,67 dari level 6.636,47 atau melemah sebanyak 0,25 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 332 saham terkoreksi, 281 saham menguat, dan 179 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 37,05 miliar saham diperdagangkan dengan 2,14 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp13,73 triliun.
Lalu mayoritas indeks dalam negeri terpantau ikut melemah, dengan LQ45 turun 0,18 persen ke 656,42, IDX30 merosot 0,21 persen jadi 367,16, dan Sri-Kehati melemah 0,38 persen ke 320,32. Sedangkan, JII naik 0,49 persen menjadi 398,29.
Baca juga: IHSG Sesi I Turun ke 6.628, Sektor Energi dan Kesehatan Jadi Penopang
Kemudian, mayoritas sektor juga bergerak turun, dengan sektor keuangan melemah 0,76 persen, sektor bahan baku merosot 0,70 persen, sektor teknologi turun 0,61 persen, sektor properti melemah 0,27 persen, sektor infrastruktur merosot 0,05 persen, dan sektor non-siklikal turun 0,04 persen.
Sedangkan, sektor lainnya masih bergerak positif, dengan sektor industrial meningkat 1,25 persen, sektor energi naik 1,03 persen, sektor kesehatan menguat 0,82 persen, sektor siklikal meningkat 0,08 persen, dan sektor transportasi naik 0,03 persen.
Baca juga: Syailendra Research: Pasar Keuangan Kompak Menguat, Rupiah dan IHSG Jadi Penopang
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), dan PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra


