Poin Penting
- Pegadaian membagikan 10 cara sederhana membedakan emas asli dan palsu yang bisa dilakukan dari rumah
- Keaslian emas dapat dicek lewat cap kadar, magnet, keramik, hingga uji massa jenis sebagai pemeriksaan awal
- Jika masih ragu, lakukan pengujian di lembaga atau toko emas resmi untuk memastikan keaslian dan kadar emas.
Jakarta – Bagi yang ingin memulai berinvestasi logam mulia, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu. Sebab, harga emas yang kian melonjak menjadikan risiko peredaran emas palsu atau emas dengan kadar yang tak sesuai perlu diwaspadai.
Masyarakat pun bisa melakukan pengecekan awal secara mandiri dari rumah sebelum membawa emas ke tempat pengujian resmi.
Nah, berikut 10 tips membedakan emas asli dan palsu yang bisa dicoba dari rumah dengan mudah dan akurat seperti dihimpun laman Pegadaian.
1. Periksa Kode atau Cap pada Emas
Tips paling mudah yang bisa dilakukan yakni melihat cap atau kode yang tertera pada emas. Umumnya, emas asli memiliki kode kadar seperti 999, 750, 700 atau penanda karat seperti 10K, 18K, 22K, hingga 24K.
Kode tersebut mencerminkan tingkat kemurnian emas sehingga menjadi indikator awal keasliannya.
2. Uji Menggunakan Magnet
Diketahui, emas murni bukan sebuah logam yang bersifat magnetis. Oleh karena itu, emas asli tak akan tertarik pada saat didekatkan dengan magnet yang kuat.
Namun, metode satu ini akan lebih efektif digunakan pada emas batangan 24 karat. Pada perhiasan, hasilnya dapat berbeda lantaran adanya campuran logam lain.
3. Gosok pada Keramik Tanpa Glasir
Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yakni dengan menggoreskan emas secara perlahan pada permukaan keramik polos. Pada cara ini aka nada dua opsi yakni emas asli umumnya tidak meninggalkan goresan hitam.
Baca juga: Investasi Emas Jangka Panjang vs Pendek, Mana Lebih Untung?
Namun, pada emas palsu biasanya akan menghasilkan bekas goresan berwarna hitam atau gelap. Nah, pengujian ini perlu dilakukan dengan hati-hati supaya tak merusak permukaan emas.
4. Tes Menggunakan Asam Nitrat
Sekedar informasi, asam nitrat bisa dipakai untuk menguji reaksi logam. Emas asli tak akan bereaksi ketika ditetesi asam nitrat. Sebaliknya, emas palsu bakal mengalami perubahan warna sesuai jenis logam yang digunakan sebagai pelapis.
Meski cukup akurat, metode ini tak disarankan dilakukan sendiri lantaran asam nitrat merupakan bahan kimia berbahaya.
5. Gigit Permukaan Emas
Emas merupakan logam yang relatif lunak. Apabila digigit, emas murni biasanya akan meninggalkan bekas gigitan tipis. Namun, cara ini kurang disarankan untuk emas perhiasan karena dapat merusak bentuk maupun permukaannya.
6. Cium Aroma Emas
Umumnya, emas asli tak memiliki bau logam. Sebaliknya, emas palsu yang mengandung campuran tembaga atau kuningan sering mengeluarkan aroma logam atau bau karat, terutama setelah terkena air maupun keringat.
Baca juga: Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Terbang 1.688 Persen, Tembus Rp43 Miliar di Mei 2026
7. Uji Daya Hantar Panas
Emas termasuk logam dengan konduktivitas panas yang sangat baik. Apabila dibandingkan dengan logam imitasi seperti kuningan, emas asli mampu menghantarkan panas lebih cepat dan merata.
8. Dengarkan Suara Saat Dijatuhkan
Emas batangan asli menghasilkan suara nyaring yang lebih panjang ketika dijatuhkan pada permukaan keras.
Sebaliknya, emas palsu biasanya menghasilkan bunyi yang lebih pendek dan terdengar lebih tumpul.
9. Hitung Massa Jenis atau Densitas
Cara ini cukup akurat dengan mengukur massa emas dan perubahan volume air saat emas dimasukkan ke dalam gelas ukur.
Rumus yang digunakan yakni:
Densitas = Massa Emas ÷ Pergeseran Volume
Emas murni 24 karat mempunyai massa jenis sekitar 19,3 gram per mililiter (g/ml).
Semakin mendekati angka tersebut, semakin tinggi kemungkinan emas tersebut memiliki kadar kemurnian yang tinggi.
10. Lakukan Uji di Lembaga Resmi
Apabila masih ragu terhadap hasil pemeriksaan mandiri, cara paling aman adalah membawa emas ke lembaga atau toko emas resmi untuk dilakukan pengujian menggunakan alat khusus.
Pengujian profesional dapat mengetahui kadar emas secara akurat sekaligus memastikan keaslian logam mulia tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama


