Poin Penting:
- Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 telah tersalurkan Rp159,8 triliun atau 54,2 persen dari target nasional kepada sekitar 2,5 juta UMKM.
- Penyaluran ke sektor produksi mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6 persen dari target 65 persen yang ditetapkan pemerintah.
- Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan UMKM melalui program ACCESS, BISLAF, dan pendampingan usaha.
Jakarta – Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 12 Juli 2026 telah mencapai Rp159,8 triliun atau 54,2 persen dari target nasional sebesar Rp295 triliun.
Pembiayaan bersubsidi pemerintah itu telah dinikmati sekitar 2,5 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Capaian tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (13/7).
Penyaluran pembiayaan terus didorong agar target nasional dapat tercapai hingga akhir tahun.
Selain nilai penyaluran yang telah melampaui separuh target, jumlah debitur baru juga menunjukkan perkembangan positif.
Dari total penerima pembiayaan, sebanyak 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5 persen dari target tahun ini.
Baca juga: Daftar Tarif Listrik PLN pada 12-18 Juli 2026, Berikut Rinciannya
KUR ke Sektor Produksi Hampir Sentuh Target
Penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. Angka tersebut hampir memenuhi porsi penyaluran sebesar 65 persen yang ditetapkan pemerintah.
“Adapun penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen,” kata Loto, dikutip Antara.
Pemerintah pada 2026 menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 persen dialokasikan untuk mendukung sektor produksi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
Selain target penyaluran, pemerintah juga membidik 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi atau naik kelas dalam program KUR tahun ini.
Program tersebut menyediakan pembiayaan bersubsidi dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta bagi pelaku UMKM.
Program Pembiayaan UMKM Terus Diperluas
Selain KUR, Kementerian UMKM juga memperluas akses pembiayaan melalui berbagai program pendukung. Salah satunya ialah Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS).
Hingga 2025, program ACCESS telah memfasilitasi pembiayaan bagi 56 usaha menengah dengan total penyaluran mencapai Rp53,3 miliar.
Pembiayaan tersebut disalurkan melalui delapan lembaga keuangan mitra.
Sementara itu, program Bisnis Layak Funding (BISLAF) yang diinisiasi Deputi Bidang Usaha Kecil telah mendampingi 200 UMKM memperoleh pendanaan sebesar Rp13,65 miliar.
Program tersebut dijalankan bersama Inotek sebagai mitra kolaborator.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026, Didominasi Sektor Produksi
Pendampingan UMKM Juga Terus Didorong
Kementerian UMKM juga menjalankan program pendampingan pembiayaan untuk mendukung program perumahan rakyat. Program ini ditargetkan menjangkau 300 UMKM.
Hingga triwulan I 2026, sebanyak 16 UMKM telah lolos proses kurasi. Sementara itu, dua UMKM telah menyelesaikan pendampingan digitalisasi manajemen keuangan.
Pemerintah berharap berbagai program pembiayaan tersebut dapat melengkapi penyaluran KUR, sehingga semakin banyak UMKM memperoleh akses modal, meningkatkan kapasitas usaha, dan mampu naik kelas. (*)
Editor: Galih Pratama


