Poin Penting
- Pertamina mengimpor LPG sebanyak 45,9 ribu metrik ton dari Freeport, Texas, Amerika Serikat untuk memperkuat stok nasional.
- Muatan tersebut setara sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram dan dibongkar di Terminal LPG Sekong serta Terminal LPG Arun.
- Pertamina Patra Niaga terus memperkuat rantai pasok dan logistik energi agar pasokan nasional tetap aman dan andal.
Jakarta – Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor dari Amerika Serikat (AS) kembali memperkuat pasokan energi nasional.
PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan 45,9 ribu metrik ton LPG melalui kapal Pertamina Gas 1 (PG1) guna menambah stok nasional dan menjaga keandalan distribusi.
Muatan tersebut berasal dari Freeport, Texas, Amerika Serikat. Pengiriman ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan energi melalui pengelolaan rantai pasok global.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan, kedatangan kapal tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara, Senin (13/7).
Baca juga: Danantara Klaim Transformasi BUMN Berhasil, Laba Krakatau Steel hingga Pertamina Melonjak
LPG Impor Setara 15,2 Juta Tabung 3 Kg
Muatan LPG yang dibawa Pertamina Gas 1 terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane. Total volume tersebut setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram.
Setibanya di Indonesia, sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten. Sisanya sekitar 19,9 ribu metrik ton akan dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh.
Pasokan itu akan memperkuat stok nasional sebelum disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina Patra Niaga. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor produktif.
Kitty mengatakan seluruh rantai pasok dikelola secara terintegrasi.
“Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi,” katanya.
Rantai Pasok Global Jadi Andalan Pertamina
Pengadaan LPG dari berbagai negara menjadi bagian dari strategi Pertamina Patra Niaga dalam menjaga pasokan nasional. Sistem tersebut mencakup proses pengadaan, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi.
Pertamina Gas 1 berlayar dari Freeport (US FPO), Texas, pada 29 Mei 2026. Kapal itu menempuh pelayaran lintas samudra menuju Indonesia dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional.
Pengiriman tersebut mencerminkan kemampuan Pertamina Patra Niaga dalam mengelola rantai pasok energi global.
Dengan sistem itu, pasokan dapat tiba sesuai jadwal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Baca juga: Kapal Pertamina Pride Akhirnya Lintasi Selat Hormuz Usai Tertahan 4 Bulan
Pertamina Perkuat Logistik Energi Nasional
Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat sistem logistik energi melalui optimalisasi pengadaan, armada pengangkutan, infrastruktur terminal, dan jaringan distribusi yang terintegrasi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional.
Pertamina memastikan pasokan LPG tetap aman, andal, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)
Editor: Galih Pratama


