Poin Penting
- Literasi keuangan perempuan mencapai 69,61 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki 69,54 persen.
- Literasi keuangan membantu perempuan mengelola arus kas, memisahkan uang pribadi dan bisnis, serta menghadapi risiko usaha.
- Program Sequis SHEPRENEUR membekali 60 perempuan wirausaha dengan pengetahuan bisnis dan pengelolaan keuangan.
Jakarta – Perempuan Indonesia semakin melek keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61 persen.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di level 69,54 persen.
Namun, bagi perempuan yang menjalankan usaha, literasi keuangan bukan sekadar mengenal produk finansial. Kemampuan mengatur arus kas, memisahkan uang pribadi dan bisnis, menyiapkan dana untuk kondisi tak terduga, serta memahami risiko menjadi bagian penting agar usaha bisa bertahan dan berkembang.
“Setiap perempuan memiliki cerita dan tantangan dalam perjalanan usahanya. Kami mengapresiasi kemauan mereka untuk belajar, keinginan untuk terus mengembangkan diri, serta menerapkan pembelajaran tersebut dalam usaha yang mereka jalankan,” ujar Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara, dikutip Sabtu, 12 September 2026.
Baca juga: Ini Dua Kunci Perempuan Wirausaha Naik Kelas
Menurut Agustina, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi perempuan wirausaha. Hal itu bukan hanya untuk mengembangkan usaha, tetapi juga memperkuat kondisi keuangan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Keuangan Usaha dan Rumah Tangga
Persoalan tersebut semakin relevan karena bagi sebagian perempuan, keuangan usaha dan rumah tangga masih saling berkaitan.
Ketika uang hasil usaha digunakan untuk kebutuhan keluarga, sementara modal usaha harus terus berputar, batas antara keuangan pribadi dan bisnis bisa menjadi kabur.
Di sisi lain, semakin besar usaha, semakin banyak pula keputusan keuangan yang harus dibuat. Mulai dari penggunaan keuntungan, penambahan modal, pembayaran karyawan, hingga mengantisipasi penurunan pendapatan.
Kesalahan dalam mengambil keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga kondisi keuangan keluarga.
Karena itu, literasi keuangan seharusnya tidak berhenti pada kemampuan memahami istilah atau produk keuangan. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Destry Damayanti Pimpin BI, Bos OJK: Makin Banyak Perempuan Pegang Posisi Penting
Dorong Perempuan Kelola Keuangan Usaha
Hal tersebut coba dibangun melalui Sequis SHEPRENEUR, program pemberdayaan perempuan wirausaha yang dijalankan PT Asuransi Jiwa Sequis Life sejak April 2026. Program ini menggabungkan pembelajaran bisnis dengan literasi keuangan.
Antusiasme terhadap program tersebut terlihat dari lebih dari 220 perempuan wirausaha yang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 60 peserta mengikuti Sequis SHEPRENEUR Learning Series pada Juli-Agustus 2026.
Dalam rangkaian tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan bisnis dan literasi keuangan bersama perencana keuangan Sequis Life serta sejumlah praktisi.
Materi yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi diarahkan pada persoalan yang dekat dengan aktivitas usaha, seperti memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, mengelola arus kas, hingga memitigasi risiko finansial.
Baca juga: Perkuat Perempuan Wirausaha, Sequis Life Luncurkan Program Sequis SHEPRENEUR
Pembelajaran tersebut kemudian diuji melalui penyusunan Business Action Plan. Peserta diminta menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam rencana pengembangan usaha masing-masing.
Dari 60 peserta, sembilan finalis kemudian mempresentasikan rencana bisnis, strategi pengembangan usaha, dan rencana manajemen keuangan dalam Sequis SHEPRENEUR Business Pitch Day pada 1 September 2026.
Dari proses tersebut, terpilih TOP 3 SHEPRENEUR 2026.


