Poin Penting
- Pegadaian mencatat pengelolaan emas mencapai 153 ton pada 2026, jauh di atas target 110 ton tahun ini
- Cicilan emas menjadi kontributor terbesar pengelolaan emas, disusul tabungan emas, deposito emas, perdagangan, dan layanan penyimpanan
- Tingginya minat masyarakat terhadap emas turut mendorong pertumbuhan transaksi, sementara aplikasi Tring kini memiliki lebih dari 6,5 juta nasabah.
Jakarta — PT Pegadaian mencatat lompatan pengelolaan aset emas hingga 150 ton pada 2026. Angka tersebut melampaui target perseroan sebesar 110 ton di tahun ini.
Direktur Jaringan dan Operasional PT Pegadaian Eka Pebriansyah membeberkan, lonjakan pengelolaan emas sendiri ditopang oleh tingginya minat masyarakat terhadap berbagai produk emas milik Pegadaian, mulai dari cicilan emas, tabungan emas hingga deposito emas.
“Sebetulnya ini sudah melewati target akhir tahun kita. Jadi, target kita untuk emas tahun ini di 110 ton. Tetapi kita ini udah sampai 153 ton,” ujar Eka kepada awak media di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menuturkan, dengan asumsi harga emas saat ini sekitar Rp2,6 juta per gram, volume 153 ton tersebut setara dengan nilai sekitar Rp397,8 triliun. Adapun, nilai pengelolaan emas Pegadaian telah berada di kisaran ratusan triliun rupiah.
“153 ton itu mungkin ekuivalen dengan harga emas Rp2,6 juta saat ini, mungkin sudah lebih dari 350-an triliun. Itu pengelolaan,” jelasnya.
Baca juga: 1.800 Ton Emas Masih di Bawah Bantal, Airlangga Dorong Masuk Instrumen Keuangan
Cicilan Emas Jadi Kontributor Terbesar
Eka menyebut, kontribusi pengelolaan emas Pegadaian sendiri berasal dari sejumlah layanan produk seperti deposito emas, pembiayaan atau cicilan emas, perdagangan emas, hingga layanan penyimpanan emas (vaulting).
Dari layanan produk tersebut, cicilan emas menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap portofolio pengelolaan emas Pegadaian.
“Dari cicil emas yang tinggi, kemudian ada tabungan emasnya, dari deposito emas juga ada. Jadi masing-masing memang memiliki portofolio tersendiri gitu,” bebernya.
Baca juga: Buruan Cek! Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (20/8) Anjlok Berjamaah
“Kalau dari sisi pengelolaan ini kalau kita lihat saat ini mayoritas dari cicilan emas. Cicilan emas juga tinggi sekali,” ujarnya.
Menurut Eka, tingginya animo masyarakat terhadap logam mulia seiring kenaikan harga emas sejak tahun lalu hingga awal tahun ini.
Kondisi tersebut kata dia mendorong masyarakat meningkatkan transaksi emas, baik melalui pembelian langsung maupun produk investasi emas Pegadaian.
Sementara itu, aplikasi Pegadaian, Tring, telah memiliki lebih dari 6,5 juta nasabah. Pegadaian membidik jumlah pengguna Tring mencapai 7 juta nasabah dan akan terus meningkatkan jumlah tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama


