Poin Penting
- Laba bersih MPMX naik 23 persen menjadi Rp336 miliar pada semester I 2026.
- Efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio mendorong kenaikan margin laba.
- Segmen distribusi dan ritel tetap menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Jakarta – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 23 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp336 miliar pada semester I 2026.
Perolehan tersebut sukses diraih di tengah pendapatan yang relatif stabil, didorong oleh efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited perusahaan periode Januari-Juni 2026, MPMX mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun atau turun tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski pendapatan cenderung stagnan, perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas. Laba kotor naik 6 persen menjadi Rp691 miliar, sementara laba usaha melonjak 25 persen menjadi Rp366 miliar.
Peningkatan tersebut turut mendorong perbaikan margin laba. Margin laba kotor naik menjadi 9 persen, margin laba usaha mencapai 4,7 persen, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 4,4 persen.
Baca juga: MPMX Genjot Ekspansi dan Transformasi Digital untuk Perkuat Pertumbuhan Bisnis
Grup Chief Financial Officer (CFO) MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan hasil tersebut menunjukkan strategi perusahaan yang lebih berfokus pada kualitas pertumbuhan mulai membuahkan hasil.
“Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif. Kami mampu mempertahankan pendapatan secara relatif stabil sekaligus memperbaiki margin di berbagai segmen usaha melalui disiplin pengelolaan biaya dan penguatan kualitas portofolio,” ujar Beatrice dalam keterangan tertulis.
Bisnis Distribusi dan Ritel Tetap Menjadi Penopang
Segmen distribusi dan ritel masih menjadi kontributor terbesar pendapatan MPMX sepanjang semester pertama 2026.
Pendapatan bersih segmen ini tercatat sebesar Rp7,3 triliun atau hanya turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di bisnis distribusi melalui MPMulia, penjualan sepeda motor turun 3 persen menjadi Rp6 triliun. Namun, pendapatan layanan purna jual meningkat 9 persen menjadi Rp751 miliar.
Baca juga: MPMX Tebar Dividen Jumbo 16 Persen, Yield Lampaui Deposito Meski Laba Turun 19 Persen
Sementara itu, bisnis ritel mencatat pertumbuhan yang lebih baik. Penjualan sepeda motor naik 6 persen menjadi Rp1,7 triliun, sedangkan pendapatan layanan purna jual tumbuh lebih dari 9 persen menjadi Rp51 miliar.
Efisiensi operasional membuat laba kotor segmen distribusi dan ritel meningkat 6 persen menjadi Rp616 miliar. Margin laba kotor juga naik menjadi 8,5 persen dari sebelumnya 7,9 persen.
Asuransi dan Rental Kendaraan Jaga Profitabilitas
Di lini asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan sebesar Rp434 miliar atau turun 10 persen secara tahunan, terutama akibat melemahnya bisnis asuransi kendaraan bermotor.
Namun, perusahaan berhasil menekan biaya jasa asuransi hingga 13 persen menjadi Rp357 miliar. Kondisi tersebut membuat hasil jasa asuransi meningkat 4 persen menjadi Rp77 miliar.
Baca juga: MPMX Tebar Dividen Jumbo 16 Persen, Yield Lampaui Deposito Meski Laba Turun 19 Persen
Sementara itu, hasil investasi turun 31 persen menjadi Rp18 miliar karena lebih rendahnya pendapatan dari instrumen saham.
Pada bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent, pendapatan bersih tercatat Rp706 miliar atau turun 4 persen akibat berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, dan penjualan mobil bekas.
Meski demikian, laba kotor meningkat 11 persen menjadi Rp163 miliar dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen dari 19,9 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Bisnis Pembiayaan Masih Selektif
Di segmen pembiayaan, JACCS MPM Finance Indonesia masih menerapkan strategi bisnis yang lebih selektif dan berorientasi pada kualitas aset.
Pendapatan bersih turun 43 persen menjadi Rp311 miliar. Namun, beban operasional berhasil ditekan 45 persen menjadi Rp275 miliar.
Langkah tersebut, ditambah penurunan beban pencadangan, membuat rugi bersih segmen menyusut 58 persen, dari Rp97 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp41 miliar pada semester I 2026.
Baca juga: MPMX Jalankan Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo, Dukung Ekonomi Warga
MPMX Fokus Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Beatrice mengatakan perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional.
Menurut dia, strategi tersebut menjadi fondasi agar MPMX mampu mempertahankan kinerja yang berkelanjutan di tengah tantangan industri otomotif dan jasa keuangan.
“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar Perseroan dapat terus memberikan kinerja yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


