Poin Penting
- Bank Banten rayakan HUT ke-10 dengan menegaskan komitmen transformasi dan pertumbuhan bisnis.
- Pemprov Banten alihkan 11,11 persen saham ke pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kepemilikan daerah.
- Laba Bank Banten melonjak 239,16 persen pada Semester I-2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, dan aset.
Serang – Perayaan HUT ke-10 Bank Banten menjadi momentum penting bagi perjalanan bank daerah ini. Mengusung tema “Satu Dekade Bank Banten, Melesat, Hebat, Kuat”, acara digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, Sabtu malam (1/8).
Selain menampilkan capaian bisnis yang terus moncer, perayaan ini juga diwarnai komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengalihkan sebagian sahamnya kepada pemerintah kabupaten dan kota di Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Bank Banten telah melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan sejak berdiri pada 2016. Menurutnya, keberhasilan bank ini bangkit hingga mencatatkan pertumbuhan saat ini merupakan hasil kerja keras manajemen dan seluruh insan Bank Banten.
“Semoga Bank Banten terus tumbuh menjadi kebanggaan masyarakat Banten. Apresiasi juga untuk manajemen dan seluruh insan Bank Banten yang telah berhasil membawa Bank Banten tumbuh dan semakin berkontribusi kepada perekonomian Banten,” ujarnya.
Andra mengakui mengelola bank daerah bukan pekerjaan ringan karena harus tetap menjaga kesehatan keuangan daerah. Meski sempat tertatih-tatih pada masa awal berdiri, Bank Banten dinilai mampu bangkit secara bertahap dan kini semakin dipercaya mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Banten. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat membuka rekening di Bank Banten sehingga perputaran dana di daerah semakin besar dan memperkuat posisi bank ini.
Baca juga: Top, Laba Bank Banten Melonjak 239,16 Persen di Juni 2026 Jadi Rp21,36 Miliar
Salah satu sorotan utama dalam perayaan itu adalah penandatanganan komitmen pengalihan sebagian saham milik Pemerintah Provinsi Banten kepada seluruh pemerintah daerah di Provinsi Banten. Langkah ini menjadi tindak lanjut Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 sekaligus diharapkan memperkuat kepemilikan bersama terhadap Bank Banten.
“Ini adalah komitmen dari kami dalam rangka menindaklanjuti Perda No. 5 Tahun 2023. Untuk teknis pengalihan melalui penyerahan sebagian saham akan dilakukan tidak lama lagi dengan total saham 11,11 persen,” kata Andra.
Saat ini Pemerintah Provinsi Banten menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 66,11 persen. Sementara itu, masyarakat memiliki 33,84 persen saham dan Bank Jatim menggenggam 0,05 persen. Dengan pengalihan 11,11 persen saham kepada pemerintah kabupaten dan kota, struktur kepemilikan diharapkan semakin merata sekaligus memperkuat dukungan daerah terhadap pengembangan Bank Banten ke depan.
Sementara, Muhammad Busthami, Direktur Utama Bank Banten mengatakan satu dekade perjalanan Bank Banten bukan sekadar penanda usia, melainkan bukti keberhasilan transformasi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, berbagai tantangan yang pernah dihadapi justru menjadi bekal untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat.
“Satu dekade Bank Banten bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, tapi merupakan komitmen kesungguhan Banteners untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tegas Busthami.
Transformasi ini mulai membuahkan hasil sejak 2023 ketika Bank Banten untuk pertama kalinya mencatatkan laba sejak berdiri. Hingga semester I-2026, kinerja bank terus melesat dengan laba mencapai Rp21,36 miliar atau melonjak 239,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, kredit tumbuh 43,25 persen menjadi Rp5,96 triliun, dana pihak ketiga meningkat 14,84 persen menjadi Rp6,76 triliun, sedangkan aset naik 21,82 persen menjadi Rp10,40 triliun.
Busthami menegaskan perubahan itu juga ditandai dengan peluncuran logo dan seragam baru sebagai simbol wajah baru perusahaan. Menurutnya, identitas baru ini bukan sekadar pergantian tampilan, melainkan representasi semangat untuk terus memperkuat daya saing, menjaga kepercayaan, dan memperbesar cuan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Kantongi Restu OJK, Slamet Riyadi Efektif jadi Direktur Bisnis Bank Banten
“Logo baru itu bukan hanya perubahan identitas semata, tapi komitmen kami untuk menjadi bank kebanggaan masyarakat Banten dan Indonesia,” tegasnya.
Dalam rangkaian perayaan ini, Bank Banten juga menandatangani perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman dengan Pemerintah Kota Cilegon serta RSUD Kota Cilegon terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan. MoU ditandatangani oleh Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Muhammad Busthami.
Kolaborasi itu diharapkan memperluas bisnis Bank Banten sekaligus memperkuat ekosistem layanan keuangan daerah, sejalan dengan rencana pengalihan sebagian saham yang menjadi langkah strategis untuk memperkokoh peran Bank Banten sebagai bank kebanggaan masyarakat Banten. (*) Ari Nugroho


