Poin Penting
- Komisi XII DPR mendorong percepatan transisi dari kompor gas ke kompor listrik.
- Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor LPG dan beban subsidi pemerintah.
- Kementerian ESDM mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik pada RAPBN 2027.
Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, mendorong pemerintah mempercepat transisi penggunaan kompor gas menuju kompor listrik di tengah fluktuasi harga energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurutnya, percepatan program tersebut lebih efisien dibandingkan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk subsidi impor liquefied petroleum gas (LPG). Pasalnya, harga LPG sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia yang cenderung berfluktuasi.
“Sebagaimana diketahui, Indonesia mengimpor 75-80 persen kebutuhan LPG yang harganya sejalan dengan harga minyak mentah,” tutur Eddy dinukil laman DPR, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca juga: Airlangga Ungkap Kendala Ekspor Listrik ke Singapura, Belum Jalan Tahun Ini
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk mendukung program kompor listrik.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Energi yang kami dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tetapi kompor listrik, CNG, dan macam-macam. Yang kami buat itu (kompor listrik) sebesar Rp815,56 miliar,” ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.
Baca juga: Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
Pendataan Daerah jadi Kunci Implementasi
Untuk memastikan program berjalan efektif, Bahlil meminta dukungan Komisi XII DPR RI dalam melakukan pendataan wilayah yang paling membutuhkan bantuan kompor listrik.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pemerintah dan DPR sehingga program konversi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Baca juga: Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi Kompor Listrik
Selain program kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp635,24 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program konversi sepeda motor listrik.
Anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra


