Poin Penting
- Bank BPD Bali telah menyalurkan KUR sebesar Rp960,51 miliar hingga Mei 2026, dengan mayoritas pembiayaan mengalir ke sektor produksi.
- Sebanyak 62,49 persen penyaluran KUR diserap sektor produksi, sementara sektor jasa menjadi subsektor terbesar dengan porsi 40,74 persen.
- Bank BPD Bali optimistis mencapai target penyaluran KUR Rp1,8 triliun sepanjang 2026.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 960,51 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Penyaluran pembiayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses pembiayaan dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan, mayoritas penyaluran KUR diarahkan ke sektor produksi nonperdagangan. Langkah ini sejalan dengan sektor prioritas pembangunan Pemerintah Pusat melalui program Asta Cita dan Pemerintah Provinsi Bali melalui Ekonomi Kerthi Bali.
Menurutnya, pembiayaan tepat sasaran menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal.
Baca juga: LPS: Transformasi BPR/BPRS Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan
“Pembiayaan ini diarahkan pada sektor produksi nonperdagangan, sejalan dengan sektor prioritas dari Pemerintah Pusat (Asta Cita) dan Pemerintah Provinsi Bali (Ekonomi Kerthi Bali) untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal,” ujar Nyoman, dalam keterangannya, Senin, 22 Juni 2026.
Sektor Produksi Serap 62,49 Persen KUR
Nyoman menjelaskan, sebanyak 62,49 persen dari total penyaluran KUR telah direalisasikan ke sektor produksi.
Berdasarkan subsektornya, sektor jasa menjadi penerima terbesar dengan porsi 40,74 persen dari total penyaluran KUR.
Selain itu, pembiayaan juga menyasar sejumlah ekosistem prioritas, antara lain sektor pertanian dari hulu hingga hilir, sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir, serta sektor industri pengolahan yang menaungi para pengrajin lokal dan pelaku UMKM.
Baca juga: Waspadai Deepfake dan Undian Palsu, Bank BPD Bali Perkuat Edukasi Keamanan Nasabah Ia menegaskan, akses pembiayaan yang tepat sasaran diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal kerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.
Target Penyaluran KUR Rp1,8 Triliun
Ia menyebut, Bank BPD Bali menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp1,8 triliun hingga akhir 2026. Dengan realisasi yang telah mencapai Rp960,51 miliar hingga Mei, perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai.
Secara kumultif, total penyaluran KUR Bank BPD Bali hingga Mei 2026 telah mencapai Rp11,25 triliun dengan baki debet sebesar Rp3,58 triliun.
Adapun realisasi penyaluran tahun ini berasal dari tiga skema utama, yakni KUR Kecil sebesar Rp776,36 miliar, KUR Mikro Rp183,88 miliar, dan KUR Super Mikro sebesar Rp270 juta.
Debitur Baru Mendominasi
Bank BPD Bali juga mencatat semakin luasnya akses masyarakat terhadap pembiayaan formal. Sebanyak 73,28 persen penyaluran KUR diberikan kepada debitur baru, sedangkan 26,72 persen sisanya kepada debitur eksisting.
Baca juga: BPD Bali Genjot Transaksi Digital Wisatawan lewat QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok
Menurut perseroan, dominasi debitur baru menunjukkan semakin inklusifnya penyaluran KUR dan meningkatnya akses UMKM terhadap sumber pembiayaan yang terjangkau.
Akses pembiayaan yang lebih luas diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat daya saing, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (*)
Editor: Yulian Saputra


