Poin Penting
- Rupiah menguat 0,45 persen ke Rp17.826 per dolar AS, sementara indeks dolar AS (DXY) naik 1,04 persen ke level 100,76.
- IHSG naik 2,82 persen ke level 6.177 dengan net foreign buy mencapai Rp2,29 triliun.
- Pasar obligasi turut mencatat arus dana asing masuk Rp4,27 triliun, sementara yield obligasi pemerintah turun ke 7,09 persen.
Jakarta – Syailendra Research merangkum pergerakan pasar keuangan Indonesia sepanjang pekan lalu yang menunjukkan kinerja variatif, mulai dari nilai tukar rupiah, pasar saham, hingga pasar obligasi.
Untuk nilai tukar rupiah mengalami penguatan sebanyak 0,45 persen ke posisi Rp17.826 per dolar AS0. Selain itu, index Dolar AS (DXY) juga terpantau menguat 1,04 persen ke level 100,76.
Kemudian, dari sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik sebesar 2,82 persen pada pekan lalu ke level 6.177 dengan Net Foreign Buy atau inflow investor asing tercatat sebesar Rp2,29 triliun.
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 2,82 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.788 Triliun
Sementara itu, indeks saham AS kompak mengalami kenaikan yang dipimpin oleh Nasdaq naik 2,4 persen, S&P500 menguat 0,9 persen, dan Dow Jones meningkat sebanyak 0,7 persen.
Adapun dari sisi pasar obligasi, ID10Y tercatat turun ke level 7,09 persen yang diikuti arus dana asing yang masuk atau foreign inflow sebesar Rp4,27 triliun pada pekan lalu.
Di sisi lain, obligasi US10Y mengalami pergerakan yang menurun sedikit dari sebelumnya 4,48 persen ke 4,45 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Ditutup Melemah 1,25 Persen, Ini Pemicunya
Sebagai informasi, pada perdagangan pagi ini (22/6) pukul 09:00 WIB IHSG dibuka menguat 0,65 peren ke posisi 6.217,18, dari level 6.177,13.
Sebanyak 382,57 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 47 ribu kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp366,16 miliar.
Lalu, berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam hari ini stagnan di level Rp Rp2.775.000 per gram. Harga tersebut tidak berubah dibandingkan perdagangan Minggu (21/6). (*)
Editor: Yulian Saputra


