Poin Penting:
- BPBD Kota Tangerang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran terhadap warga sekitar.
- Kebakaran melanda PT Murni Karetindo Lestari dan menghanguskan area pabrik seluas sekitar 1.000 meter persegi.
- Hingga berita diturunkan, penyebab kebakaran masih diselidiki dan belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka.
Jakarta – Kebakaran pabrik sandal di kawasan Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, memicu langkah antisipasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan setempat terhadap potensi dampak paparan asap bagi masyarakat sekitar.
Upaya tersebut dilakukan seiring proses pemadaman yang masih berlangsung sejak kebakaran terjadi pada Minggu (21/6) malam. Koordinasi lintas instansi juga digelar untuk memastikan keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, selain fokus memadamkan api, pihaknya juga memperhatikan risiko kesehatan yang dapat timbul akibat asap kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 620 Warga Kehilangan Hunian
Kebakaran Pabrik Sandal Picu Antisipasi Gangguan Kesehatan
Mahdiar menjelaskan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur kewilayahan telah dilakukan sejak awal penanganan insiden.
“Saat ini selain fokus pada proses pemadaman, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan agar warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” ujar Mahdiar.
Insiden kebakaran dilaporkan terjadi pada Minggu (21/6) sekitar pukul 22.31 WIB. Api melanda PT Murni Karetindo Lestari (King Stone), perusahaan yang memproduksi alas kaki berupa sandal rumahan.
Baca juga: Kebakaran Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 620 Warga Kehilangan Hunian
Laporan pertama diterima petugas pemadam kebakaran dari anggota Pos Belendung. Setelah menerima informasi tersebut, personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Puluhan Personel dan Belasan Armada Dikerahkan
Dalam penanganan kebakaran pabrik sandal tersebut, sebanyak 95 personel Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu unsur Koramil, Dinas Kesehatan, dan relawan.
Kebakaran menghanguskan area pabrik seluas sekitar 1.000 meter persegi. Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mengoperasikan 19 unit mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan Koramil, dan satu ambulans dari Dinas Kesehatan.
Hingga Senin dini hari, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyala.
Selain itu, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air melalui armada tangki guna mendukung operasi pemadaman.
Pemantauan Warga Terus Dilakukan
Di tengah penanganan kebakaran pabrik sandal, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Petugas turut memastikan tidak terjadi perluasan api ke bangunan maupun kawasan lain di sekitar pabrik. Menurut Mahdiar, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
“Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dilaporkan adanya korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut,” kata dia.
Baca juga: Baterai Mobil Listrik Rentan Terbakar dan Sulit Dipadamkan? Ini Faktanya
Pemerintah Kota Tangerang melalui BPBD dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi pascakejadian kebakaran pabrik sandal guna memastikan dampak asap maupun potensi bahaya lanjutan dapat diantisipasi secara optimal. (*)


