Poin Penting
- BPD Bali mendukung implementasi QRIS antarnegara Indonesia–Tiongkok untuk memperkuat digitalisasi ekonomi daerah berbasis pariwisata.
- Kemudahan transaksi lintas negara diharapkan meningkatkan belanja wisatawan sekaligus membuka akses pasar global bagi UMKM Bali.
- Ekspansi QRIS ke Tiongkok melanjutkan pengembangan sebelumnya di Asia dan mempertegas transformasi digital perbankan.
Jakarta – Bank BPD Bali menegaskan komitmen dalam memperkuat digitalisasi ekonomi daerah melalui dukungan terhadap implementasi QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok.
Bagi Bank BPD Bali, fasilitas QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok ini sejalan dengan karakteristik perekonomian Bali yang ditopang oleh sektor pariwisata dan UMKM.
Tiongkok tercatat sebagai salah satu negara asal wisatawan mancanegara utama ke Bali. Transaksi lintas negara ini diharapkan mempermudah wisatawan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Baca juga: BPD Bali Pede Targetkan Pertumbuhan Kredit hingga 9,5 Persen pada 2026
Direktur Bisnis BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, mengatakan, kesiapan infrastruktur dan keamanan sistem menjadi fondasi utama bank dalam mendukung implementasi QRIS Antarnegara.
Menurutnya, kemudahan transaksi lintas negara akan memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wisatawan, khususnya dari Tiongkok yang merupakan salah satu pasar utama Bali.
“Fasilitas ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal untuk menjangkau pasar global,” ujarnya.
Berdampak Langsung
Bagi Bali, implementasi ini memiliki dampak langsung. Dengan tingginya jumlah wisatawan asal Tiongkok, kemudahan pembayaran digital lintas negara diyakini dapat meningkatkan belanja wisatawan sekaligus mempercepat perputaran ekonomi lokal.
Sebelumnya, BPD Bali telah lebih dulu mengembangkan layanan QRIS lintas negara di beberapa kawasan seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Baca juga: Bank BPD Bali Targetkan Kredit Program Pemerintah Rp2,05 Triliun pada 2026
Ekspansi ke Tiongkok menjadi langkah lanjutan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus mempertegas posisi bank dalam transformasi digital menuju kategori perbankan yang lebih tinggi.
Secara nasional, tren penggunaan QRIS Antarnegara juga menunjukkan lonjakan signifikan. Data Bank Indonesia mencatat volume transaksi dari wisatawan asing mencapai jutaan transaksi pada awal 2026, menandakan meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital di sektor pariwisata.
Ke depan, BPD Bali menargetkan peran yang lebih aktif dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, sejalan dengan upaya memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi wisata global berbasis teknologi. (*)
Editor: Yulian Saputra




