Poin Penting
- PGE meraih penghargaan global atas inovasi digital pemodelan subsurface.
- Teknologi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan menekan risiko eksplorasi.
- Proyek Lumut Balai ditargetkan tambah kapasitas dan kurangi emisi karbon.
Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencatatkan prestasi internasional melalui inovasi digital di sektor eksplorasi panas bumi. Perusahaan meraih Founder’s Honors dalam ajang Going Digital Awards 2025 yang diselenggarakan Bentley Systems.
Penghargaan tersebut diberikan atas proyek Subsurface Analysis and Modeling Lumut Balai Unit 3 yang dinilai menghadirkan pendekatan pemodelan modern, terintegrasi, dan berbasis data.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan kapabilitas PGE dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses eksplorasi panas bumi yang semakin kompleks.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya kami dalam mengembangkan pemodelan subsurface yang semakin akurat, terukur, dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital dalam eksplorasi tidak hanya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, tetapi juga membantu mengurangi risiko eksplorasi serta mempercepat pengembangan proyek panas bumi secara berkelanjutan,” ujar Edwil dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu, 2 Mei 2026.
“Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata peran PGE sebagai world leading geothermal producer. Ke depan, pencapaian ini akan menjadi semangat kami dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi, sekaligus menegaskan kapabilitas eksplorasi panas bumi Indonesia di kancah internasional,” sambungnya.
Baca juga: PGE Catat Laba USD43,89 Juta di Kuartal I 2026, Tumbuh 40 Persen
Inovasi Digital untuk Efisiensi Proyek Panas Bumi
Partisipasi PGE dalam ajang ini bermula dari kompetisi pemodelan pada Juli 2025 yang menggunakan perangkat lunak Bentley Systems. Tim eksplorasi PGE mengusung model subsurface dari proyek Lumut Balai Unit 3, yang kemudian mengantarkan perusahaan meraih Founder’s Honors.
Pengumuman penghargaan dilakukan pada Oktober 2025 dalam forum Year in Infrastructure di Amsterdam, Belanda.
Melalui pendekatan geosains berbasis digital, PGE mampu meningkatkan kualitas analisis reservoir sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan. Teknologi ini juga membantu mempercepat studi kelayakan, menurunkan risiko pengeboran, serta meningkatkan efisiensi biaya proyek.
Baca juga: Dampak Selat Hormuz, Bea Masuk LPG Dipangkas jadi 0 Persen
Ajang Going Digital Awards sendiri merupakan kompetisi global tahunan yang diikuti ratusan proyek dari berbagai negara. Pada 2025, terdapat hampir 250 nominasi dari 47 negara, dengan hanya sedikit proyek yang meraih penghargaan utama.
Proyek Lumut Balai Dukung Transisi Energi
Pengakuan global ini memperkuat posisi PGE sebagai perusahaan panas bumi yang aktif mendorong transformasi digital di seluruh rantai bisnisnya, khususnya pada tahap eksplorasi yang berisiko tinggi.
Digitalisasi pemodelan subsurface menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keberhasilan pengembangan sumber daya panas bumi pada masa depan.
Baca juga: Pendapatan PGEO Naik 6,29 Persen jadi USD432,73 Juta pada 2025
Proyek Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2030 dengan tambahan kapasitas sebesar 55 megawatt (MW).
Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu memasok listrik bagi sekitar 60.000 rumah tangga, terutama di wilayah terpencil, serta berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 300.000 ton CO₂ per tahun. (*)




