Sektor Perumahan Gerakkan Banyak Industri
Lebih jauh, Maruarar menkankan bahwa sektor perumahan memiliki dampak berantai yang luas terhadap perekonomian.
Pembangunan rumah tidak hanya menggerakkan developer dan kontraktor, tetapi juga menyerap tenaga kerja serta menciptakan permintaan terhadap bahan bangunan, transportasi, industri manufaktur hingga berbagai usaha masyarakat di sekitar proyek.
“Ekosistem perumahan sangat luar biasa. Pengembang, developer, kontraktor, toko bangunan, UMKM, semuanya harus solid supaya kita bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Baca juga: BTN Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030, Ini Strateginya
Maruarar pun mendorong BTN terus bekerja keras dan melakukan terobosan untuk mempercepat penyaluran KPP.
Sepanjang Januari hingga 9 September 2026, penyaluran KPP BTN telah mencapai Rp5,25 triliun dari target Rp10 triliun pada tahun ini.
“Targetnya besar, harapannya besar. Kerjanya juga harus besar, hatinya besar, jiwanya juga besar bagi Republik dan rakyat Indonesia,” tutup Maruarar. (*)
Editor: Yulian Saputra


