Poin Penting
- Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi pesantren menjadi penggerak ekonomi Pancasila dan memperkuat kemandirian ekonomi umat.
- Pemerintah tengah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di 83.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
- Habib Rizieq Syihab mendukung penguatan koperasi sebagai cara membangun ekonomi kerakyatan dan melawan dominasi oligarki pasar.
Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi pesantren di Tanah Air menjadi motor penggerak ekonomi pancasila. Menurutnya, penguatan kemandirian ekonomi umat melalui pembentukan koperasi di lingkungan pesantren menjadi langkah penting.
Ferry menekankan pentingnya mengembalikan peran koperasi sebagai sokoguru atau tiang utama perekonomian nasional sesuai amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa.
Ia menilai selama beberapa dekade terakhir sistem ekonomi Indonesia terlalu didominasi oleh kekuatan pasar dan korporasi besar yang memicu ketimpangan.
“Presiden ingin supaya koperasi itu kembali seperti dulu dicita-citakan oleh para pemimpin bangsa. Negara harus hadir mengatur sistem ekonomi agar ada keadilan, dan koperasi adalah instrumen utamanya,” ujar Ferry dalam acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Menkop Resmi Luncurkan Call Center Pengaduan Kopdes Merah Putih, Ini Fungsinya
Ia juga menceritakan sejarah panjang koperasi yang dipelopori oleh tokoh-tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto pada 1913, yang membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dalam koperasi sejalan dengan nilai-nilai pesantren.
Acara ini turut dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Alam Agrikultural, Habib Rizieq Syihab, serta jajaran ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jabar.
Menkop menjelaskan pemerintah saat ini tengah mengakselerasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 83.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Ia menjabarkan KDKMP dirancang untuk menjalankan tiga fungsi strategis. Pertama, menyalurkan kebutuhan pokok dan sarana produksi seperti pupuk dan benih langsung ke desa.
Kedua, menyerap dan menampung hasil produk masyarakat desa, baik pertanian maupun peternakan. Ketiga, menjadi kanal penyaluran bantuan pemerintah seperti Bansos dan BLT agar lebih tepat sasaran.
Baca juga: Menkop Ferry Luncurkan 10 Gerai Obat Kopdes Merah Putih Lewat Kemitraan BUMN dan Swasta
Secara khusus, Menkop mendorong Ponpes Alam Agrikultural dan ormas-ormas Islam lainnya untuk memperkuat Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Ia mencontohkan kesuksesan Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat yang telah mampu memiliki pabrik, pusat grosir, hingga sistem pembiayaan syariah yang besar.
Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengajak muslim untuk tidak hanya menjadi nasabah perbankan syariah, tetapi mulai masuk ke sektor riil.
Ia mendorong pesantren mulai memproduksi kebutuhan harian secara mandiri, mulai dari sabun, kecap, hingga saus, yang nantinya akan dipasarkan melalui jaringan gerai koperasi desa.
“Kita ingin membangun ekosistem bersama. Koperasi akan kita dampingi, kita bina, bahkan kita biayai melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir),” tegasnya.
Menutup sambutannya, Menkop Ferry menyatakan penguatan koperasi bukan sekadar urusan bisnis, tetapi juga upaya menggeser nilai materialistik dan sikap serakah dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi jati diri bangsa.
Habib Rizieq Dukung Ekonomi Kerakyatan
Sementara itu, Habib Rizieq memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menkop Ferry untuk menghidupkan kembali sistem ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Menurut Habib Rizieq, koperasi merupakan salah satu cara efektif melawan dominasi oligarki yang selama ini menguasai pasar Indonesia.
Ia juga memaparkan sejarah Nabi Muhammad SAW saat membangun kemandirian ekonomi umat di Madinah melalui persatuan dan prinsip berbagi.
“Persaudaraan itulah yang menjadi basis usaha bersama, yang sekarang kita kenal sebagai koperasi,” ujar Habib Rizieq. (*)
Editor: Yulian Saputra


