Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, (BRI) mencatat, perolehan laba bersih kuartal I-2017 sebesar Rp6,47 triliun, atau meningkat 5,5 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama yakni sebesar Rp6,1 triliun.
Baca juga: BRI Bagi Dividen Rp10,47 Triliun
Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong oleh fee based income yang tumbuh diatas rata-rata industri. Tercatat sepanjang kuartal I-2017 Bank BRI mampu meraup fee based income senilai Rp2,5 triliun atau naik 29,3 persen dibandingkan dengan kuartal I-2016 senilai Rp2 triliun.
“Penyumbang fee based income terbesar adalah dari simpanan yang sebesar 39 persen dan fee terkait e-banking sebesar 23 persen,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 20 April 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Secara keseluruhan, kata dia, fee based income berkontribusi sebesar 9,2 persen dari total seluruh pendapatan Bank BRI di kuartal I-2017, atau meningkat bila dibandingkan dengan kuartal I-2016, di mana fee based income berkontribusi sebesar 7,8 persen dari total pendapatan BRI.
Baca juga: Dorong DPK Valas, BRI Hadirkan BritAma Valas Rencana
Laba bersih sepanjang kuartal I-2017 tersebut, turut mengerek rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), di kuartal I-2017 CAR BRI ke level 20,86 persen, atau naik dibandingkan dengan CAR kuartal I-2016 sebesar 19,49 persen. Penguatan CAR tersebut menjadikan BRI memiliki landasan yang kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa yang akan datang.
“Selain itu, Bank BRI mampu mencatatkan rasio Return on Asset (ROA) sebesar 3,34 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 18,77 persen,” tutup Suprajarto. (*)
Editor: Paulus Yoga


