Poin Penting
- IHSG melemah 0,35 persen ke level 5.875,78 pada pekan 29 Juni–3 Juli 2026, diikuti kapitalisasi pasar yang turun menjadi Rp10.287 triliun
- BBRI menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG, disusul MORA, BBCA, PGAS, dan PANI
- Aktivitas perdagangan menurun, sementara investor asing mencatat net buy Rp6,08 miliar pada Jumat (3/7), namun masih membukukan net sell Rp74,42 triliun sepanjang 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan, periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026, ditutup melemah 0,35 persen ke level 5.875,78 dari posisi 5.896,13 pada penutupan pekan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terkoreksi 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun, dibandingkan Rp10.302 triliun pada akhir pekan lalu.
Baca juga: Rapor IHSG Sepekan: Melemah 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp10.287 Triliun
BEI mencatat terdapat lima saham yang menjadi top laggards atau penyumbang terbesar pelemahan IHSG sepanjang pekan ini. Berikut ringkasannya:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 24,88 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 5,57 persen
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menyumbang 17,18 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham turun 12,54 persen
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang penurunan 14,31 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 2,02 persen
- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menyumbang pelemahan 3,02 poin ke IHSG, dengan harga saham turun 8,55 persen
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memberikan 2,54 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 4,78 persen.
Selain itu, aktivitas perdagangan di BEI juga menunjukkan perlambatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan turun 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi, dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham, dibandingkan 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Baca juga: OJK Tegaskan Tak Ada Ruang Manipulasi Saham, Finfluencer Diminta Patuh Aturan
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mencatat penurunan paling dalam, yakni 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, investor asing pada perdagangan Jumat (3/7) membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar.
Namun secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


