Poin Penting
- IHSG melemah 0,35 persen ke level 5.875,78 pada pekan 29 Juni–3 Juli 2026, diikuti penurunan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.287 triliun
- Aktivitas perdagangan melambat, dengan frekuensi transaksi turun 16,71 persen, volume transaksi menyusut 30,35 persen, dan nilai transaksi harian anjlok 35,90 persen
- Investor asing mencatat net buy Rp6,08 miliar pada 3 Juli, namun secara year-to-date (YtD) masih membukukan net sell Rp74,42 triliun.
Jakarta – Pergerakan pasar saham domestik sepanjang pekan 29 Juni hingga 3 Juli 2026 ditutup di zona merah.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas indikator perdagangan mengalami pelemahan, mulai dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, hingga aktivitas transaksi.
IHSG selama sepekan terkoreksi 0,35 persen menjadi 5.875,78, dibandingkan posisi 5.896,13 pada penutupan pekan sebelumnya.
Baca juga: OJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Investor Muda Diingatkan Pahami Risiko
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI turun 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada akhir pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa juga mengalami penurunan.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya,” ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, 5 Juli 2026.
Selain frekuensi transaksi, rata-rata volume transaksi harian turut menyusut 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham, dibandingkan 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Penurunan terdalam terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun, dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Allo Bank Siapkan Rp200 Miliar untuk Buyback Saham
Sementara itu, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan Jumat (3/7).
Meski demikian, secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


