Poin Penting
- Konsumen properti kini semakin kritis, mempertimbangkan kualitas, fasilitas, teknologi, hingga SPKLU
- Kepercayaan konsumen ditentukan rekam jejak, kualitas produk, dan nilai investasi jangka panjang
- Industri properti didorong memperkuat ekosistem terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Jakarta – Konsumen properti di Indonesia semakin kritis dan menuntut dalam menentukan pilihan hunian. Tidak hanya produk rumah yang menjadi pertimbangan, tapi juga kualitas material, teknologi, fasilitas kawasan, hingga kemudahan pembiayaan.
Bahkan, tren terbaru menunjukkan bahwa ketersediaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), juga menjadi pertimbangan konsumen ketika menentukan pilihan tempat tinggal.
Kondisi itu tentu menjadi tantangan bagi pelaku industri properti dalam memenuhi ekspektasi konsumen. Oleh sebab itu, pelaku industri ini didorong untuk memperkuat ekosistem properti yang lebih terintegrasi untuk membangun kepercayaan konsumen.
Gambaran itu terefleksi dalam dalam The People’s Choice 2026 yang digelar Rumah123 bersama Indonesia Property Watch (IPW). Sebanyak 111 ribu konsumen memberikan 427 suara untuk puluhan proyek hunian, pengembang, hingga penyedia material dan solusi pendukung industri properti.
Baca juga: Survei BI: Harga Properti Residensial Naik Tipis di Kuartal II 2026
Chief Executive Officer Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, tingginya partisipasi konsumen menunjukkan bahwa proses menentukan pilihan properti melibatkan semakin banyak faktor. Rata-rata setiap konsumen memberikan penilaian pada tiga hingga empat kategori, yang dinilai menjadi indikasi bahwa konsumen tidak sekadar memilih berdasarkan popularitas sebuah merek.
Ia mengatakan, konsumen sekarang ini memang semakin kritis. Mereka semakin memperhatikan rekam jejak, kualitas eksekusi, hingga nilai investasi jangka panjang. Maka itu, kepercayaan tidak lagi cukup dibangun melalui promosi, tetapi harus dibuktikan melalui kualitas produk dan pengalaman konsumen.
“Konsumen hari ini tidak lagi terbujuk popularitas atau promosi masif. Mereka memperhitungkan rekam jejak, kualitas eksekusi, sampai nilai investasi jangka panjang,” kata Ali di Jakarta, Senin, 7 Agustus 2026, kemarin.
Oleh sebab itu, penguatan ekosistem menjadi semakin penting karena kebutuhan konsumen dalam membeli rumah telah berkembang.
Hal itu juga mengemuka dalam diskusi yang digelar sebagai rangkaian The People’s Choice 2026, di mana kualitas material bangunan, teknologi hardware, serta kelengkapan fasilitas di sekitar kawasan disebut menjadi bagian dari pertimbangan keputusan membeli rumah.
Di kesempatan sama, Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herawati Manik mengungkapkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam The People’s Choice 2026 tidak terlepas dari basis pencari properti yang setiap bulan menggunakan platform Rumah123 untuk memulai perjalanan kepemilikan rumah.
Maria menegaskan, konsumen semakin berperan dalam memvalidasi brand yang dipercaya sepanjang perjalanan kepemilikan hunian. Sebanyak 427 ribu suara yang masuk disebut sudah melalui proses audit dan verifikasi berlapis. Langkah ini untuk memastikan hasilnya benar-benar mewakili preferensi konsumen.
“Setiap bulan ada jutaan orang yang membuka Rumah123 untuk mencari rumah, menghitung kemampuan KPR hingga mengajukan KPR. Tembusnya angka 427 ribu suara merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia semakin proaktif mengawal brand yang menemani perjalanan kepemilikan dan penghunian rumah,” papar Maria.
Perluasan Integrasi Ekosistem
Bicara ekosistem properti saat ini bukan lagi soal property developer dan konsep hunian semata, tapi cakupannya semakin meluas. Mulai dari proyek hunian, desain rumah, rumah subsidi, peralatan rumah tangga, material bangunan, material premium, solusi pengisian kendaraan listrik, hingga perusahaan dan solusi digital pembiayaan properti.
Baca juga: Demand Properti Lesu di Semester I 2026, Pinhome Beberkan Pemicunya
Semakin terintegrasinya ekosistem properti menjadi krusial dalam menjawab konsumen yang semakin matang. Preferensi konsumen juga terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Maka bagi industri, membangun kepercayaan tidak hanya berarti menghadirkan rumah, tetapi memastikan seluruh mata rantai perjalanan konsumen, mulai dari memilih proyek, mendapatkan material dan fasilitas pendukung, hingga mengakses pembiayaan, mampu memberikan nilai dan pengalaman yang konsisten.
CEO 99 Group Darius Cheung menyebut The People’s Choice 2026 menjadi penegasan atas perubahan standar pasar properti Indonesia. Apresiasi terhadap brand yang mampu membuktikan kualitas diharapkan dapat mendorong industri menjadi lebih kompetitif, adaptif, dan berfokus pada nilai nyata bagi masyarakat.
Sebagai tambahan, di The People’s Choice 2026 terdapat 55 kategori apresiasi yang tujukan bagi pengembang properti, proyek hunian, hingga penyedia material dan solusi pendukung industri properti. (*) Ari Astriawan


