Poin Penting
- Avrist mencatat klaim bruto Rp100 miliar akibat bencana Sumatra, dengan retensi hanya Rp3,2 miliar
- Klaim bencana Sumatra diperkirakan masih turun setelah proses penyelesaian
- Hingga Juni 2026, premi Avrist mencapai Rp239 miliar dan RBC 210 persen.
Jakarta – PT Avrist General Insurance mencatat total klaim nasabah mencapai Rp100 miliar akibat bencana di wilayah Sumatra, beberapa waktu lalu.
Namun, beban yang harus ditanggung perseroan jauh lebih kecil lantaran sebagian besar risiko sudah dialihkan melalui mekanisme reasuransi.
Direktur Utama Avrist General Insurance, Dwi Wahyuni membeberkan bahwa imbas bencana Sumatra terhadap perusahaan tak terlalu signifikan dari sisi retensi.
Menurutnya, dari total klaim secara bruto sekitar Rp100 miliar, porsi yang menjadi tanggungan perusahaan hanya sekitar Rp3,2 miliar.
Baca juga: Avrist General Insurance Bukukan Premi Rp239 Miliar hingga Juni 2026
“Bencana di Sumatra memang kita terdampak, tapi tidak terlalu signifikan. Sementara kita sendiri kan ada reasuransinya. Jadi secara retensi sendiri itu kita masih aman,” ujar Dwi, dalam Press Conference One Avrist Synergy, di Jakarta baru-baru ini.
Ia menjelaskan, angka senilai Rp100 miliar tersebut merupakan klaim secara gross yang ditanggung melalui perlindungan asuransi Avrist General Insurance.
“Kira-kira Rp100 miliar. Tapi yang retensi kita adalah hanya Rp3,2 miliar. Selebihnya direasuransikan kembali,” jelasnya.
Klaim Bencana Sumatra Diperkirakan Turun
Menurut Dwi, nominal klaim Rp100 miliar tersebut memang belum final. Namun, ia memperkirakan bahwa angka klaim masih akan mengalami penurunan seiring proses penanganan dan penyelesaian klaim.
“Bakal turun,” ujanrya.
Dwi juga memastikan bahwa nilai klaim tersebut berasal dari dampak bencana di Sumatra. Perusahaan kata dia tak mengalami dampak serupa dari bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Kalimantan.
“Yang di NTT kebetulan kami tidak terdampak. Yang sangat terdampak itu yang waktu di Sumatra,” tandasnya.
Baca juga: AAUI Buka-bukaan Soal Nasib Bisnis Asuransi Kredit di Tengah Konsolidasi BUMN
Kinerja Avrist General Insurance
Dwi membeberkan bahwa kinerja perusahaan yang dipimpinnya mencatat kinerja positif hingga paruh pertama 2026.
Hingga Juni 2026, Avrist General Insurance membukukan pendapatan premi sebesar Rp239 miliar. Pada periode yang sama, total ekuitas perseroan tercatat Rp232 miliar, sementara laba setelah pajak mencapai Rp6 miliar.
Selain kinerja keuangan, tingkat permodalan berbasis risiko atau Risk Based Capital (RBC) Avrist General Insurance juga berada pada level 210 persen, jauh di atas ambang batas regulator yang sebesar 120 persen. Adapun total aset perseroan mencapai Rp906 miliar per Juni 2026.
Dari sisi struktur kepemilikan saham, Avrist Assurance menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 99,65 persen. Sementara PT Binadana HaHaDe menguasai 0,35 persen saham perseroan. (*)
Editor: Galih Pratama


