Investor Tetap Percaya pada Indonesia
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani menilai, dunia saat ini masih menghadapi tantangan besar akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga ketahanan ekonomi dan momentum pertumbuhan.
“Di tengah tantangan dari luar dengan perang yang masih berjalan, ini memberikan pemahaman dan keyakinan tentang bagaimana Indonesia bisa menavigasi semua keadaan yang ada,” katanya.
Baca juga: Purbaya Bebaskan Pajak Merger BUMN hingga 2029, Target Perampingan Dikebut
Di sisi lain Rosan menyebut, komunikasi terbuka antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pemerintah juga terus menyempurnakan kebijakan guna meningkatkan kepastian usaha.
“Mereka (investor dan pelaku usaha) mengerti bahwa Indonesia di tengah tantangan ini tetap resilien, baik dari segi perekonomian maupun kebijakan yang terus disempurnakan,” ujar Rosan.
Hilirisasi Jadi Kunci Masa Depan
Lebih jauh Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady mengatakan, posisi Indonesia semakin strategis karena dunia mulai kembali memperebutkan akses terhadap komoditas penting seperti nikel, minyak sawit, dan mineral kritis.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mempercepat hilirisasi industri nasional.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia penting atau tidak. Pertanyaannya adalah seberapa cepat Indonesia bergerak naik di rantai nilai?” kata James.
Baca juga: Danantara Dinilai jadi Kunci Sukses Hilirisasi Fase II, Ini Dampaknya ke Ekonomi
James menilai hilirisasi menjadi kunci transformasi ekonomi nasional karena mampu menggeser pola ekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah itu dinilai penting untuk membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.
“Hilirisasi adalah pergeseran yang mengubah cerita, dari mengekspor apa yang kita ekstraksi menjadi mengekspor apa yang kita ciptakan. Di sinilah nilai dibangun, ketahanan dibangun, dan masa depan dibangun,” pungkas James. (*)
Editor: Yulian Saputra


