Jakarta–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia memiliki peran penting di ASEAN, mengingat 45% penduduk ASEAN ada di Indonesia.
Melihat hal tersebut, kata Jokowi, Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang berpengaruh besar terhadap negara-negara ASEAN lainnya. Maka dari itu, jika Indonesia mengalami gejolak maka kondisi ini akan berdampak pada negara lainnya yang ada di ASEAN.
“Artinya kalau ada apa-apa di Indonesia, anggota ASEAN lainnya juga terkena imbas,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, di Jakarta, Rabu, 2 November 2016.
Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga memiliki kekuatan dalam tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan Asia Tenggara. Kekuatan Indonesia dari sisi PDB tersebut tercermin bahwa sebesar 40-45% PDB ada di Indonesia. Hal ini lagi-lagi membuktikan betapa Indonesia memiliki peran penting di ASEAN. Maka dari itu, Indonesia harus melihat potensi ini.(Selanjutnya : Tiga lingkup pertarungan global yang dihadapi Indonesia)
“Kita juga harus sadar bahwa apapun yang namanya negara-negara Asia, ini adalah kompetitor kita, adalah pesaing kita dalam mendapatkan investasi, dalam mendapatkan arus modal masuk,” ucapnya.
Menurutnya, dalam ke depan, pertarungan global yang akan dihadapi oleh Indonesia ada dalam 3 (tiga) lingkup. Pertama, yaitu memperebutkan energi, pangan dan air. Ketiga hal ini, sesungguhnya Indonesia memiliki potensi, namun belum bisa dikelola dengan baik.
(Baca juga : OJK Apresiasi Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK)
“Tiga-tiganya sebetulnya kita memiliki potensi. Tiga-tiganya sebetulnya kita memiliki kekuatan. Tetapi belum dimanage, belum dikelola dengan baik,” tutup Jokowi. (*)
Editor: Paulus Yogga


