Poin Penting:
- Iran membebaskan seluruh biaya pelayaran melalui Selat Hormuz selama 60 hari dan menanggung seluruh biayanya.
- Lalu lintas kapal akan dibuka dan ditingkatkan secara bertahap dengan pengaturan ketat demi menjaga keselamatan pelayaran.
- MoU Islamabad membuka jalan bagi negosiasi Iran-AS selama 60 hari terkait program nuklir dan sanksi internasional.
Jakarta – Pemerintah Iran memutuskan untuk membebaskan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari sebagai bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang telah mulai berlaku.
Keputusan tersebut diumumkan Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (18/6) malam. Dalam kebijakan itu, seluruh biaya permohonan izin pelayaran akan ditanggung oleh pemerintah Iran selama periode dua bulan ke depan.
SNSC menyatakan langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran lalu lintas maritim sekaligus mempercepat pelaksanaan kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.
Baca juga: AS dan China Kompak Tolak Pungutan Tol di Selat Hormuz
Lalu Lintas Hormuz Diprioritaskan dan Ditingkatkan Bertahap
Dalam keterangannya, SNSC menyebut Otoritas Jalur Perairan Teluk Persia (PGSA) telah diperintahkan untuk memproses serta memprioritaskan seluruh permohonan pelayaran secara cepat.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa kondisi khusus di jalur pelayaran tersebut masih memerlukan pengaturan ketat terkait rute dan waktu pelayaran. Kebijakan itu diterapkan untuk mengurangi risiko keselamatan, mencegah kecelakaan laut, serta memastikan peningkatan aktivitas pelayaran berlangsung secara terkendali.
SNSC juga menegaskan bahwa volume lalu lintas kapal melalui kawasan tersebut akan dibuka secara bertahap seiring membaiknya kondisi keamanan.
“Tidak akan ada biaya yang dikenakan kepada pemohon selama 60 hari, dan biaya ini akan ditanggung oleh Iran,” kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah, IRIB, dikutip Antara, Jumat (19/6).
Baca juga: Biaya Membengkak, Pentagon Butuh 80 Miliar Dolar AS untuk Lawan Iran
Detail Operasional Pelayaran akan Diumumkan
Pemerintah Iran menyatakan pengaturan implementasi dan rincian teknis pelayaran melalui Selat Hormuz akan diumumkan lebih lanjut oleh PGSA.
Selain pengaturan lalu lintas kapal, Iran juga akan menjalankan sejumlah langkah pendukung lainnya sesuai kesepakatan yang tertuang dalam MoU Islamabad. Salah satu agenda yang akan dilakukan adalah pembersihan ranjau di wilayah perairan terkait.
“Mengenai masalah lain, termasuk pembersihan ranjau, langkah-langkah yang diperlukan akan diambil sesuai dengan Pasal 5 Nota Kesepahaman Islamabad,” demikian bunyi pernyataan SNSC.
Baca juga: Wapres AS Sebut Iran Berpeluang Kantongi Rp5 Kuadriliun, Ini Syaratnya
MoU Islamabad Buka Jalan Negosiasi Iran-AS
Kesepakatan tersebut lahir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad secara elektronik pada Rabu malam (17/6).
Memorandum itu dirancang sebagai langkah awal untuk mengakhiri konflik yang dimulai setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan operasi terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Pasca-penandatanganan, mediator dari Pakistan mengumumkan bahwa memorandum tersebut telah berlaku efektif. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan membuka kembali jalur pelayaran di kawasan Hormuz, sementara Amerika Serikat mulai mencabut blokade angkatan laut terhadap Teheran.
Selain pembukaan kembali jalur maritim, Washington dan Teheran juga sepakat menjalani proses negosiasi selama 60 hari dengan opsi perpanjangan. Perundingan tersebut diarahkan untuk mencapai kesepakatan komprehensif terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi internasional.
Pembebasan biaya pelayaran dan pembukaan kembali akses maritim di Selat Hormuz menjadi salah satu langkah awal yang diharapkan dapat mendukung stabilitas kawasan sekaligus memperlancar arus perdagangan internasional selama masa negosiasi berlangsung. (*)
Editor: Yulian Saputra


