Poin Penting:
- Pentagon membutuhkan tambahan dana 80 miliar dolar AS untuk menutupi biaya melawan Iran dan kebutuhan pertahanan lainnya.
- Pejabat pertahanan AS memperingatkan dana operasional militer dapat menipis pada musim panas jika Kongres tidak segera menyetujui pendanaan baru.
- Tambahan anggaran akan digunakan antara lain untuk operasi kapal perang, pembayaran gaji personel militer, dan pengadaan amunisi.
Jakarta – Pentagon membutuhkan tambahan anggaran sebesar 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.428 triliun guna menutupi biaya operasi militer terkait Iran serta berbagai kebutuhan pertahanan lainnya. Kebutuhan dana tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat Stephen Feinberg kepada para anggota parlemen dalam serangkaian pembicaraan telepon pada pekan ini.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal (WSJ), Kamis (18/6), dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Departemen Pertahanan AS mulai mengintensifkan komunikasi dengan Kongres terkait kebutuhan pendanaan tambahan yang dinilai mendesak.
Pejabat pertahanan AS bahkan memperingatkan bahwa angkatan bersenjata negara itu berpotensi menghadapi keterbatasan dana operasional pada musim panas tahun ini apabila Kongres tidak segera menyetujui rancangan undang-undang pendanaan perang yang baru.
Baca juga: Bos BI Masih Waspadai Konflik AS-Iran Meski Ada Kesepakatan Damai
Pentagon Yakin Tambahan Anggaran akan Diajukan
Menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, Pentagon cukup optimistis terhadap rencana pengajuan tambahan anggaran sehingga Feinberg telah memberikan pengarahan kepada sejumlah anggota parlemen dalam beberapa hari terakhir.
Setiap permintaan tambahan anggaran pertahanan harus lebih dahulu memperoleh persetujuan dari Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih sebelum diajukan secara resmi ke Kongres. Saat ini, anggaran Departemen Pertahanan AS untuk tahun fiskal 2026 mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Laporan WSJ menyebutkan bahwa usulan tambahan dana tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan konflik dan operasi militer, tetapi juga mencakup sejumlah kebutuhan lain yang tidak berhubungan langsung dengan perang.
Dana Digunakan untuk Operasi dan Kesiapan Militer
Sebagian dari tambahan anggaran yang diminta akan dialokasikan untuk mendukung operasional kapal perang, pembayaran gaji personel militer, hingga pengadaan amunisi.
Salah satu sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan bahwa kebutuhan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesiapan tempur dan keberlangsungan operasi militer Amerika Serikat di berbagai wilayah.
Baca juga: Wapres AS Sebut Iran Berpeluang Kantongi Rp5 Kuadriliun, Ini Syaratnya
Selain itu, permintaan tambahan anggaran pemerintah AS juga diperkirakan mencakup berbagai prioritas nonpertahanan yang akan diajukan bersamaan dalam paket pendanaan baru kepada anggota parlemen dalam beberapa hari mendatang.
Pertemuan dengan Senator Republik Bahas Pendanaan
Langkah Feinberg berkomunikasi dengan para anggota parlemen berlangsung beriringan dengan pertemuan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan sejumlah senator senior Partai Republik di Capitol Hill pada pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, kemungkinan pengajuan tambahan dana pertahanan menjadi salah satu topik yang turut dibahas. Para anggota parlemen yang hadir mengonfirmasi bahwa kebutuhan pendanaan militer tambahan menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya kebutuhan operasional pertahanan Amerika Serikat.
Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Ini Bocoran Isi Perjanjiannya
Apabila disetujui Kongres, tambahan anggaran yang diajukan Pentagon akan menjadi salah satu langkah penting pemerintah AS untuk menjaga keberlanjutan operasi militer sekaligus memastikan kebutuhan pertahanan strategis tetap terpenuhi. (*)
Editor: Yulian Saputra


